Akurat Logo

Wamenkeu Ingatkan Penerima LPDP soal Amanah Uang Negara

Andi Syafriadi | 4 November 2026, 21:10 WIB
Wamenkeu Ingatkan Penerima LPDP soal Amanah Uang Negara
Wakil Menteri Keuangan, Nurkholisoh Ibnu Aman mengingatkan bahwa para penerima beasiswa LPDP selalu mengingat amanah uang negara. - Dok. Kemenkeu

AKURAT.CO Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Nurkholisoh Ibnu Aman mengingatkan penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bahwa kesempatan menempuh pendidikan tinggi menggunakan dana negara membawa tanggung jawab kepada masyarakat.

Pasalnya, dana beasiswa LPDP bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yang salah satunya dihimpun melalui pajak masyarakat.

Karena itu, penerima beasiswa diharapkan tidak hanya memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kapasitas pribadi, tetapi juga mengembalikan manfaatnya kepada Indonesia.

Baca Juga: Pramono Buka Peluang Anak Disabilitas Dapat Beasiswa LPDP Jakarta

Pesan itu disampaikan Nurkholisoh saat menghadiri kegiatan Persiapan Keberangkatan (PK) LPDP Angkatan 286 bertajuk Bara Jenggala: Tumbuh Bersama, Menyala untuk Indonesia di Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Menurutnya, masyarakat yang berkontribusi melalui pajak belum tentu memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan tinggi, terlebih menempuh studi di luar negeri. Kondisi tersebut perlu menjadi pengingat bagi para penerima beasiswa mengenai tanggung jawab yang melekat pada fasilitas pendidikan dari negara.

“Beasiswa LPDP ini bukan hadiah, bukan giveaway. Ini adalah amanah dari seluruh rakyat Indonesia. Orang yang diberi amanah itu wajarnya berterima kasih, salah satunya dengan menjadi patriot. Patriot adalah orang yang mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan,” kata Nurkholisoh melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.

Baca Juga: Rano Karno Buka Peluang Kerja Sama Beasiswa ke Korsel Lewat LPDP Jakarta 2027

Ia menekankan, penerima beasiswa harus memahami bahwa dukungan pembiayaan pendidikan dari negara bukan semata-mata fasilitas untuk mencapai keberhasilan individu. Kesempatan tersebut diharapkan menghasilkan sumber daya manusia yang mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan nasional.

Penerima Beasiswa Diminta Tidak melupakan Komitmen

Tidak hanya itu saja, Nurkholisoh juga mengingatkan para penerima LPDP mengenai berbagai peluang yang mungkin mereka temui selama menjalani pendidikan di luar negeri. Salah satunya tawaran pekerjaan dengan penghasilan besar maupun kesempatan menetap di negara tujuan studi.

Menurutnya, peluang tersebut tidak boleh membuat penerima beasiswa melupakan komitmen awal untuk kembali ke Indonesia dan mengabdikan ilmu yang diperoleh.

Ia menitipkan tiga prinsip kepada para penerima beasiswa, yakni niat, giat, dan manfaat. Prinsip tersebut diharapkan menjadi pegangan selama menjalani pendidikan hingga kembali ke Tanah Air.

Niat berarti memiliki tujuan yang jelas sejak awal keberangkatan, yakni menuntut ilmu untuk kemudian berkontribusi bagi Indonesia. Sementara giat berarti terus mengembangkan pengetahuan, tidak cepat berpuas diri, serta menjaga integritas akademik.

Dalam proses pendidikan, ia juga mengingatkan penerima beasiswa agar menggunakan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), secara bertanggung jawab. Teknologi dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu, tetapi tidak boleh menghilangkan kejujuran dalam proses belajar maupun penelitian.

Adapun prinsip manfaat berkaitan dengan kemampuan membagikan pengetahuan dan menghasilkan dampak bagi masyarakat. Para penerima LPDP didorong membangun jejaring, mengikuti diskusi, serta menjalin kolaborasi dengan akademisi dan komunitas internasional.

Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal ketika mereka kembali ke Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.