Akurat Logo

Apa Itu Kudeta? Ini Penyebab dan Contohnya di Berbagai Negara

Redaksi Akurat | 4 November 2026, 21:33 WIB
Apa Itu Kudeta? Ini Penyebab dan Contohnya di Berbagai Negara
Ilustrasi ketegangan politik dan aksi militer yang menjadi latar belakang terjadinya kudeta di suatu negara - Gemini Ai

AKURAT.CO Kudeta adalah upaya mengambil alih kekuasaan pemerintahan secara tidak sah dan di luar mekanisme konstitusional. Peristiwa ini umumnya melibatkan militer atau kelompok elite dalam pemerintahan yang berusaha menggulingkan pemimpin negara yang sedang berkuasa.

Kudeta dapat terjadi secara tiba-tiba melalui penguasaan lembaga pemerintahan, penahanan pemimpin negara, atau pengerahan kekuatan militer. Namun, tidak semua pergantian pemerintahan, demonstrasi besar, maupun pemberontakan dapat disebut sebagai kudeta.

Dalam sejarah dunia, kudeta kerap menjadi bagian dari konflik politik dan perebutan kekuasaan. Sejumlah negara pernah mengalaminya, termasuk Chile, Thailand, dan Myanmar.

Baca Juga: Takhta Ranking 1 Dunia Aryna Sabalenka Terancam di AS Terbuka: Rybakina, Gauff, dan Pegula Siap Kudeta

Apa yang Menyebabkan Kudeta Bisa Terjadi?

Tidak ada satu penyebab yang selalu memicu kudeta. Setiap negara memiliki kondisi politik, ekonomi, dan sejarah yang berbeda. Meski begitu, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya pengambilalihan kekuasaan.

  • Krisis politik: Perselisihan antara pemerintah, oposisi, dan kelompok berpengaruh dapat membuat situasi pemerintahan tidak stabil.

  • Ketidakpuasan militer: Sebagian kelompok militer mungkin menentang kebijakan atau kepemimpinan pemerintah.

  • Konflik antarkelompok elite: Persaingan untuk menguasai pemerintahan dapat memicu upaya menggulingkan pemimpin yang sedang menjabat.

  • Lemahnya lembaga negara: Ketika aturan dan lembaga pemerintahan tidak mampu menyelesaikan konflik secara konstitusional, risiko perebutan kekuasaan dapat meningkat.

Faktor-faktor tersebut tidak selalu berujung pada kudeta. Namun, ketika konflik semakin besar dan kekuatan di luar mekanisme pemerintahan ikut campur, situasi politik dapat menjadi lebih rentan.

Contoh Kasus Kudeta di Berbagai Negara

Sejumlah peristiwa dalam sejarah menunjukkan bahwa kudeta dapat terjadi dengan latar belakang yang berbeda. Berikut tiga contoh yang pernah terjadi di berbagai kawasan dunia.

1. Kudeta di Chile pada 1973

Chile mengalami kudeta militer pada 11 September 1973 ketika angkatan bersenjata menggulingkan Presiden Salvador Allende. Peristiwa tersebut terjadi setelah negara itu menghadapi ketegangan politik, persoalan ekonomi, aksi mogok, dan perpecahan di antara kelompok masyarakat.

Militer yang dipimpin Jenderal Augusto Pinochet kemudian mengambil alih pemerintahan. Allende meninggal saat istana kepresidenan diserang, sedangkan pemerintahan militer mulai menjalankan kekuasaan di bawah kepemimpinan junta.

Peristiwa ini mengakhiri pemerintahan Allende dan membuka masa kediktatoran militer di Chile.

2. Kudeta di Thailand pada 2014

Thailand mengalami kudeta pada 22 Mei 2014 setelah berbulan-bulan menghadapi konflik politik dan demonstrasi antarkelompok pendukung pemerintah maupun oposisi. Situasi tersebut membuat pemerintahan sipil semakin tidak stabil.

Militer yang dipimpin Panglima Angkatan Darat Prayuth Chan-ocha mengambil alih kekuasaan dengan alasan memulihkan ketertiban. Sebelumnya, militer telah memberlakukan darurat militer pada 20 Mei 2014.

Setelah kudeta, pemerintahan dibubarkan dan sejumlah tokoh politik ditahan. Peristiwa tersebut menjadi salah satu contoh keterlibatan militer dalam perebutan kekuasaan di Thailand.

3. Kudeta di Myanmar pada 2021

Kudeta di Myanmar terjadi pada 1 Februari 2021, tepat sebelum parlemen baru dijadwalkan memulai masa kerjanya. Peristiwa ini berlangsung setelah Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Aung San Suu Kyi memenangkan pemilihan umum pada November 2020.

Militer Myanmar menolak hasil pemilu tersebut dengan menuding adanya kecurangan dalam daftar pemilih. Namun, tuduhan itu tidak dengan sendirinya membuktikan adanya kecurangan yang dapat membatalkan hasil pemilu.

Pada hari kudeta, militer mengambil alih pemerintahan dan menahan Aung San Suu Kyi, Presiden Win Myint, serta sejumlah tokoh lainnya. Pengambilalihan kekuasaan tersebut memicu krisis politik dan gelombang penolakan di berbagai wilayah Myanmar.

Baca Juga: MotoGP Belanda: Naik Podium di Assen, Jorge Martin Kudeta Puncak Klasemen dari Marco Bezzecchi

Apa Dampak Kudeta bagi Suatu Negara?

Kudeta tidak hanya mengubah siapa yang memimpin pemerintahan, tetapi juga dapat memengaruhi kehidupan masyarakat dan kondisi negara. Dampaknya bergantung pada situasi setelah pengambilalihan kekuasaan.

Beberapa dampak yang dapat muncul antara lain:

  • Ketidakstabilan politik: Pergantian kekuasaan di luar aturan dapat memicu konflik antarkelompok dan ketidakpastian pemerintahan.

  • Gangguan ekonomi: Ketidakpastian politik dapat memengaruhi kegiatan usaha, investasi, dan kepercayaan pasar.

  • Pembatasan kebebasan: Dalam sejumlah kasus, pemerintahan hasil kudeta membatasi aktivitas politik, media, atau kebebasan masyarakat.

  • Perubahan hubungan internasional: Pengambilalihan kekuasaan dapat memengaruhi hubungan negara tersebut dengan negara lain dan organisasi internasional.

Kudeta merupakan upaya mengambil alih kekuasaan pemerintahan di luar mekanisme konstitusional, yang umumnya melibatkan militer atau kelompok elite negara. Peristiwa ini dapat dipicu oleh berbagai kondisi, mulai dari krisis politik hingga konflik perebutan kekuasaan.

Kasus Chile pada 1973, Thailand pada 2014, dan Myanmar pada 2021 memperlihatkan bahwa kudeta memiliki latar belakang yang berbeda di setiap negara. Karena itu, memahami sejarah dan kondisi politik di balik setiap peristiwa penting agar pembaca tidak keliru membedakan kudeta dengan bentuk pergantian kekuasaan lainnya.

Muhammad Dafa Afrizal (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R