Akurat Logo

Bahlil Larang Ekspor SDA RI Lewat Negara Transit, Singgung Singapura?

Ayu Rachmaningtyas | 3 November 2026, 06:41 WIB
Bahlil Larang Ekspor SDA RI Lewat Negara Transit, Singgung Singapura?
Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, memastikan ekspor listrik ke Singapura terealisasi apabila pembeli mengikuti skema harga yang ditentukan Indonesia. - Foto: Akurat.co

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyoroti praktik pengiriman sumber daya alam (SDA) Indonesia yang harus melewati negara perantara, sebelum sampai ke negara tujuan.

Bahlil meminta praktik tersebut dihentikan dan menginstruksikan agar ekspor komoditas Indonesia dikirim langsung ke negara pembeli.

Bahlil menilai, negara perantara justru berpotensi memperoleh keuntungan dari aktivitas perdagangan tersebut, mulai dari penerimaan pajak hingga pencatatan neraca perdagangan. Padahal, komoditas yang diperdagangkan berasal dari Indonesia.

Kebijakan tersebut dinilai penting agar Indonesia memperoleh manfaat ekonomi secara optimal dari aktivitas ekspor.

Bahlil menegaskan, pengiriman komoditas Indonesia ke negara tujuan seperti China tidak boleh lagi transit di negara lain hanya untuk mendapatkan cap atau pengakuan asal ekspor.

"Kalau kita mau kirim barang ke China, ya dari Jakarta langsung China. Tidak boleh dari Jakarta mampir negara yang itu," kata Bahlil.

Menurut dia, praktik pengiriman melalui negara perantara berpotensi membuat negara tersebut memperoleh keuntungan, termasuk dari sisi penerimaan pajak dan pencatatan neraca perdagangan.

Ia menilai Indonesia seharusnya mendapatkan manfaat langsung dari perdagangan sumber daya alam yang berasal dari dalam negeri.

"Hanya stempel, baru dia bilang ini ekspor by negara dia. Dari mana barang kau? Langsung aja," ujarnya.

Bahlil juga menyoroti pengiriman gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) ke sejumlah negara, seperti Jepang dan Korea Selatan.

Ia meminta pengiriman komoditas energi tersebut dilakukan secara langsung tanpa melibatkan negara perantara.

"Saya juga udah memerintahkan Dirjen Migas, sama Kepala SKK Migas. Kalau kita mau kirim LNG, contoh ke Jepang atau ke Korea, langsung aja," katanya.

Bahlil mempertanyakan alasan pengiriman komoditas Indonesia harus melewati negara lain jika negara tujuan ekspor sudah jelas.

"Kenapa harus pakai negara lain? Mereka yang dapat pajak, mereka yang mempunyai neraca perdagangan," ucapnya.

Karena itu, ia menegaskan pemerintah tidak ingin lagi sumber daya alam Indonesia dikirim melalui negara transit yang berpotensi mengambil keuntungan dari aktivitas perdagangan tersebut.

Baca Juga: Tegas, Bahlil Ogah Kasih Murah Ekspor Listrik ke Singapura: Danantara Jangan Mau Dilobi

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.