Akurat Logo

Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat

Moehamad Dheny Permana | 2 November 2026, 20:28 WIB
Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/11/2026). - Foto: Biro Pers Setpres

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas dengan sejumlah anggota Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/11/2026).

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam keterangannya usai rapat, menyampaikan bahwa sejumlah indikator ekonomi nasional menunjukkan perkembangan positif.

"Indeks Purchasing Manager, Indeks Indonesia di sektor manufaktur sudah masuk ke level ekspansi di 54. Itu meningkat dari bulan yang lalu 52,4 dan ini menandakan penguatan ekspansi sektor manufaktur dan level ekspansinya ini terkuat sejak Maret yang lalu, Maret 2024. Jadi ini level ekspansi yang tinggi," jelasnya.

Dari sisi perdagangan, Airlangga menyebut Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan pada September 2026 sebesar 3,36 miliar dolar AS.

Capaian tersebut ditopang oleh surplus perdagangan nonmigas sebesar 5,67 miliar dolar AS, meskipun terdapat defisit perdagangan migas sebesar 2,31 miliar dolar AS.

Baca Juga: Dua Tahun Prabowo-Gibran, MBG dan Koperasi Desa Dinilai Dorong Ekonomi Akar Rumput

Secara kumulatif, Airlangga mengatakan, neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari hingga September 2026 mencatatkan surplus sebesar 10,61 miliar dolar AS.

"Dari segi bulan Januari sampai September 2026, ini surplusnya neraca perdagangan kita 10,61 miliar. Dipicu oleh surplus non-migas sebesar 34,21 miliar dan walaupun defisit migas mencapai 23,6 miliar," ujarnya.

Sementara itu, menurut Airlangga, kinerja ekspor nasional juga menunjukkan pertumbuhan positif.

"Sedangkan dari ekspor kita lihat secara total naik 5,58 persen year on year. Jadi tahun ini Januari-September 221,23 miliar (dolar AS). Kemudian dari segi nonmigas ekspornya 212,27 (dolar AS)," katanya.

Di sisi stabilitas harga, inflasi Indonesia pada Oktober 2026 tercatat sebesar 3,23 persen secara tahunan dan 0,22 persen secara bulanan. Adapun inflasi tahun kalender (year to date) mencapai 2,4 persen.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.