Akurat Logo

Habib Nabil Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo Buntut Penggeledahan Ponpes

Moehamad Dheny Permana | 3 November 2026, 11:04 WIB
Habib Nabil Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo Buntut Penggeledahan Ponpes
Pimpinan Majelis Burdah Miftahussalamah, Habib Nabil bin Ridho Al Habsyi (kiri), mengapresiasi pencopotan Kapolres Sukoharjo. - Foto: Dok. Pribadi

AKURAT.CO Pendiri sekaligus Pimpinan Majelis Burdah Miftahussalamah, Habib Nabil bin Ridho Al Habsyi, menyampaikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto atas langkah tegas mencopot Kapolres Sukoharjo, menyusul polemik penggeledahan pondok pesantren.

"Saya melihat langkah yang dilakukan bapak kapolri merupakan bentuk nyata dari kepemimpinan yang mendengar suara rakyat, memperhatikan aspirasi dari pesantren, dan hadir memberikan respons terhadap persoalan yang berkembang di tengah masyarakat," ujar Habib Nabil, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Kapolri mencopot Kapolres Sukoharjo, AKBP Andika Dharma Sena, pada hari yang sama. Pencopotan merupakan buntut dari polemik penggeledahan Pondok Pesantren Hamalatul Quran di Desa Parangjoro, Grogol, Sukoharjo, pada Selasa (27/10/2026) dini hari.

Penggeledahan dilakukan dalam rangka penyidikan kasus perusakan dan pembakaran sebuah warung makan. Sebanyak 12 santriwati dan empat ustazah dilaporkan merasa terintimidasi oleh kedatangan aparat.

Selain Kapolres, tiga personel lain, yakni Kasat Reskrim, Kanit Pidum, dan Kanit PPA Polres Sukoharjo, turut diperiksa Propam Polri dan dinonaktifkan. Posisi Kapolres Sukoharjo kini dijabat AKBP Indra Maulana Saputra.

Baca Juga: Kapolri Harus Evaluasi Kapolda Jateng dan Kapolres Sukoharjo Buntut Penggerebekan Ponpes Santriwati

Menurut Habib Nabil, langkah kapolri tersebut merupakan wujud sesungguhnya dari semangat Polri bersama masyarakat.

"Slogan tersebut bukan sekadar rangkaian kata atau semboyan institusi, melainkan komitmen yang benar-benar diwujudkan melalui tindakan nyata," katanya.

Ia menilai ketika suara masyarakat didengar dan aspirasi kalangan pesantren mendapat respons dari pimpinan tertinggi Polri, kepercayaan dan kedekatan antara Polri dan masyarakat akan semakin terbangun.

"Kami berharap langkah ini menjadi contoh bahwa Polri senantiasa hadir sebagai pengayom, pelindung, dan pelayan masyarakat, serta menjadi mitra yang dekat dengan masyarakat dan pesantren," tuturnya.

Habib Nabil kembali menyampaikan terima kasihnya terhadap langkah tegas Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.