Dana PSR Sawit Tembus Rp12,48 Triliun, GAPKI Soroti Tata Kelola Lahan

AKURAT.CO Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumatera Utara dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mendukung penguatan sektor hulu dan hilir sawit melalui serangkaian strategi transformasi seperti peningkatan produktivitas, program peremajaan perkebunan termasuk PSR, dan tata kelola lahan perkebunan yang berkelanjutan.
Upaya mencari solusi persoalan tata kelola lahan perkebunan sawit dan program peremajaan perkebunan menjadi pembahasan dalam IPOS-Forum (Indonesian Palm Oil Stakeholders Forum) 2026 yang mengusung tema “Kemana Arah Transformasi Industri Sawit Nasional?” di Medan, Sumatera Utara.
Event tahunan yang didukung BPDP ini terbagi atas enam sesi diskusi yang mengusung tema berbeda-beda, yaitu Percepatan Peremajaan Sawit Rakyat, Transformasi Tata Kelola Industri Sawit Nasional, Peningkatan Produktivitas Kelapa Sawit, Problematika Pengelolaan Industri Sawit Mutakhir, Kebijakan Ekspor Sawit Satu Pintu, serta Inovasi Industri Sawit.
Baca Juga: GAPKI: Produksi Sawit RI Terancam Turun 3 Juta Ton pada 2027, Kok Bisa?
Ketua GAPKI Sumut, Timbas Prasad Ginting menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir sejumlah tantangan transformasi industri sawit nasional sedang berlangsung yang berpengaruh terhadap keberlanjutan industri sawit ke depannya seperti kebijakan mandatori B50 yang diluncurkan pada 1 Juli 2026.
“Harapan keberlanjutan industri sawit haruslah dijaga karena berdampak besar bagi kepentingan ekonomi rakyat dan nasional. Selain itu, peran pemerintah sangatlah penting dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan demi keberlangsungan industri sawit yang berdaya saing di Indonesia,” kata Timbas, Selasa (3/11/2026).
Timbas menambahkan, penyelenggaraan IPOS Forum dihadiri lebih dari 500 peserta terdiri dari para pelaku perkelapasawitan, petani, perusahaan, regulator (pemerintah daerah dan pusat), akademisi, dan praktisi.
“IPOS Forum ini menghasilkan rekomendasi yang akan disampaikan kepada pemerintah, untuk memberikan masukan terhadap tata kelola industri sawit nasional,” tambahnya.
Baca Juga: Pasokan Sawit Hadapi Tekanan Ganda, GAPKI Ajak India Perkuat Kemitraan
Berdasarkan data Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), capaian nasional program PSR sepanjang tahun 2016 sampai dengan 30 September 2026 telah mencapai 438.217 hektar untuk 196.846 pekebun dengan dana bantuan PSR sebesar Rp12,48 triliun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November









