BEI dan Kementerian UMKM Siapkan 200 UKM Masuk Bursa Saham

AKURAT.CO Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan 200 usaha kecil dan menengah (UKM) untuk memasuki pasar modal.
Langkah ini dilakukan guna membuka alternatif sumber pendanaan bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnis melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).
Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pembiayaan UKM, yang selama ini banyak mengandalkan pinjaman perbankan untuk memenuhi kebutuhan modal usaha.
Baca Juga: Kementerian UMKM Gandeng BEI, 23 UKM Lolos Seleksi Pendampingan IPO
Deputi Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman mengatakan, 200 perusahaan yang dipersiapkan mengikuti program Go Public Academy for SMEs merupakan hasil pemetaan terhadap sekitar 3.300 usaha.
"200 perusahaan ini berasal dari hasil pemetaan sekitar 3.300 usaha. Kami mengidentifikasi perusahaan-perusahaan yang memiliki potensi untuk berkembang dan siap mengakses pasar modal," kata Bagus dalam peluncuran Go Public Academy for SMEs di Jakarta, Senin (2/11/2026).
Melalui program tersebut, pemerintah dan BEI akan memberikan pendampingan kepada perusahaan terpilih agar memiliki kesiapan dari sisi bisnis maupun tata kelola sebelum melantai di bursa.
Kementerian UMKM juga mendorong keterlibatan perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yakni Bank Mandiri, BRI, dan BNI.
Ketiga bank tersebut diharapkan dapat mendukung proses pendampingan melalui perusahaan sekuritas masing-masing, termasuk membantu UKM dalam menyiapkan prospektus.
Bagus berharap perusahaan yang mengikuti program tersebut dapat menjadi contoh bagi UKM lain yang ingin memperoleh pendanaan melalui pasar modal.
Menurutnya, peluang pendanaan melalui bursa bukan sekadar wacana. Saat ini, sudah terdapat 42 emiten kategori UKM yang tercatat di Papan Akselerasi BEI. Dari jumlah tersebut, perusahaan-perusahaan itu telah memperoleh pendanaan dari investor dengan nilai total sekitar Rp2 triliun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November








