Kasus Peretasan Email, Betrand Peto Curigai Orang Terdekat

AKURAT.CO Kasus hukum yang menyeret nama penyanyi muda Betrand Peto terkait dugaan peretasan email kini menunjukkan titik terang.
Pihak kuasa hukum memastikan bahwa sosok terduga pelaku sudah dikantongi dan siap menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwajib.
Timoty Ezra selaku kuasa hukum Betrand Peto membeberkan bahwa terlapor mengarah kepada sosok yang berada di lingkaran terdekat kliennya.
Baca Juga: Betrand Peto Layangkan Somasi ke Eks-Kamerawan Sarwendah, Tuntut Kejelasan Dana YouTube Rp50 Juta
Jaringan tersebut bahkan berpotensi menyeret pihak-pihak lain yang masih memiliki hubungan dekat.
“Terlapor sudah ada. Kita akan melaporkan yang pasti kata kuncinya adalah orang terdekat. Gitu ya, baik orang terdekat itu punya saudara lagi, itu orang terdekat itulah yang dilaporkan,” ujar Timoty Ezra di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Selatan, pada Senin (2/11/2026),
Kendati demikian, pihak kuasa hukum memilih untuk belum membeberkan identitas spesifik dari sosok yang dimaksud ke publik.
Fokus utama mereka saat ini adalah menuntaskan proses hukum atas pembobolan data pribadi tersebut. Di sisi lain, proses penyelidikan di kepolisian terus bergulir.
Ruben Onsu selaku pihak pelapor serta Betrand Peto selaku korban telah tuntas menjalani pemeriksaan perdana. Dalam waktu dekat, giliran terduga pelaku yang akan dipanggil untuk dimintai keterangan.
“Pastinya mungkin satu sampai dua minggu ke depan,” imbuhnya mengenai jadwal pemeriksaan terlapor.
Lebih lanjut, Timoty Ezra juga merinci jenis data apa saja yang berhasil dibobol oleh pelaku dari email sang klien. Data-data tersebut ternyata berkaitan dengan berbagai konten video yang sempat viral di platform TikTok dan pemberitaan media.
“Itu tadi yang berita-berita yang masuk ada video di TikTok rame. Eh mungkin dari beberapa bulan ya, baru dipahami sekarang, baru dipahami kok pas bocor baru dicek-cek,” terangnya.
Baca Juga: Siap Bertarung di Jalur Hukum, Pihak Betrand Peto Ungkap Sosok Saksi Kasus ANW
Pihak korban mulanya sempat mengabaikan beberapa notifikasi masuk yang dikira bukan ancaman serius. Namun, kelalaian kecil tersebut berujung pada kebocoran data setelah sistem verifikasi ganda disusupi pihak tak bertanggung jawab.
“Sempat ada notifikasi masuk, mungkin klien kami menganggap itu tidak masalah, ternyata sudah banyak notifikasi untuk otentikasi verifikasi yang kedua. Tapi klien kami baru paham setelah datanya bocor,” tutup Timoty Ezra.
Sebagai informasi, kasus ini berawal ketika Ruben Onsu melayangkan laporan resmi ke Polda Metro Jaya terkait dugaan peretasan email yang menimpa Betrand Peto, di mana laporan tersebut turut menyeret pemilik akun email Sarwendah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November








