Akurat Logo

Peringati 1 Abad Injil Masuk, Gibran Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya

Ayu Rachmaningtyas | 3 November 2026, 12:21 WIB
Peringati 1 Abad Injil Masuk, Gibran Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya
Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka saat menghadiri Perayaan 100 Tahun (1 Abad) Injil Masuk Tanah Kalumpang (IMTK) 2026 di Tamalea, Desa Bonehau, Kabupaten Mamuju, Senin (2/11/2026).

AKURAT.CO Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, mengapresiasi masyarakat Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, yang dinilai konsisten menjaga keimanan, melestarikan warisan budaya, dan merawat lingkungan.

Apresiasi tersebut disampaikan Gibran saat menghadiri Perayaan 100 Tahun (1 Abad) Injil Masuk Tanah Kalumpang (IMTK) 2026 di Tamalea, Desa Bonehau, Kabupaten Mamuju, Senin (2/11/2026).

Perayaan yang dihadiri para pendeta, tokoh masyarakat, dan warga dari berbagai wilayah di Tanah Kalumpang itu berlangsung dalam suasana hangat dan penuh sukacita. Kehadiran Gibran disambut antusias oleh masyarakat.

Suasana semakin akrab ketika Gibran membuka sambutannya dengan menyapa warga menggunakan bahasa lokal Kalumpang.

Sapaan tersebut disambut riuh dan tepuk tangan hadirin sebagai bentuk penghormatan terhadap bahasa dan identitas budaya setempat.

Perayaan yang diselenggarakan Gereja Kristen Sulawesi Barat (GKSB) itu menjadi momentum untuk mengenang perjalanan satu abad masuknya Injil ke Tanah Kalumpang sejak 1926.

Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen masyarakat dalam menjaga kerukunan antarumat beragama, melestarikan budaya, dan merawat lingkungan.

Dalam sambutannya, Gibran menyampaikan penghargaan kepada para pendeta dan masyarakat Kalumpang yang terus menjaga keteguhan iman di tengah perubahan zaman.

“Banyak hal yang bisa berubah, tapi saya mengapresiasi bagaimana para pendeta, warga Kalumpang menjaga agar terang dari 100 tahun lalu tetap menyala di masa kini. Menjaga agar keteguhan dari 100 tahun lalu tetap mengakar kuat. Menjaga agar keyakinan dari 100 tahun lalu tetap lestari,” kata Gibran.

Gibran juga mengapresiasi perayaan yang tidak hanya mengenang perjalanan iman, tetapi turut mengangkat nilai-nilai budaya, tradisi, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Menurutnya, ketiga hal tersebut merupakan warisan leluhur yang harus terus dijaga.

“Karena di balik setiap tradisi dan adat istiadat, tersimpan cerita tentang kehidupan, keimanan, penjagaan alam dari para leluhur kita. Tanah Kalumpang ini menyimpan jejak peradaban dari para pendahulu, menjadi tugas kita bersama untuk merawat dan melestarikannya,” tuturnya.

Ia mengingatkan pentingnya memastikan warisan budaya tetap hidup dan dikenal generasi mendatang.

Pelestarian tersebut, kata Gibran, perlu diwujudkan melalui kebanggaan terhadap budaya lokal dan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan sampai anak-anak muda mengenal kain Sekomandi hanya dari foto, tanpa pernah memiliki kebanggaan menggunakannya," ujarnya.

"Mengetahui bahasa Kalumpang hanya dari catatan, tanpa pernah menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Selain pelestarian budaya, Gibran menekankan pentingnya menjaga persatuan, perdamaian, dan toleransi di tengah kemajemukan bangsa.

Ia berharap kerukunan masyarakat Kalumpang terus terjaga melalui sikap saling menghormati, membantu, dan menguatkan.

“Perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk saling menjauh. Perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk saling curiga. Justru di tengah perbedaan itu kedewasaan kita diuji,” ungkapnya.

Gibran juga mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan mempercayai kabar bohong yang berpotensi merusak persaudaraan.

“Jangan biarkan satu kabar bohong atau satu ujaran kebencian meretakkan rumah persaudaraan yang telah dibangun oleh para leluhur kita,” pesannya.

Baca Juga: Gerindra Belum Tentukan Sikap soal Putusan Terkait Ijazah Gibran: Tunggu Rapat Fraksi

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.