Harga Melonjak, Pemerintah Kirim 7 Ton Cabai dari Jatim ke Halmahera

AKURAT.CO Harga cabai di sejumlah daerah mengalami lonjakan hingga jauh melampaui Harga Acuan Pemerintah (HAP). Pemerintah pun mengandalkan distribusi antardaerah untuk menekan kenaikan harga, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan.
Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso mengatakan, kenaikan harga cabai dipengaruhi kondisi cuaca, khususnya kemarau panjang yang berdampak terhadap produksi di sejumlah sentra pertanian.
Komoditas yang mengalami kenaikan antara lain cabai rawit merah dan cabai merah keriting. Kondisi tersebut membuat pasokan cabai di sejumlah wilayah berkurang sehingga mendorong harga di tingkat konsumen.
Baca Juga: Harga Cabai Naik, Inflasi Pangan Oktober 2026 Capai 5,81 Persen
"Memang cabai rawit, kemudian cabai keriting, cabai rawit merah sedikit mengalami kenaikan. Itu karena memang faktor cuaca," kata Budi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Berdasarkan data harga pangan yang dihimpun hingga awal November 2026, harga rata-rata cabai rawit merah sempat menembus Rp124.400 per kilogram (kg). Angka tersebut naik 23,72% dan jauh melampaui HAP sebesar Rp57.000/kg.
Sementara itu, harga cabai merah keriting meningkat sekitar 21,17% menjadi Rp101.900-Rp105.600/kg. Adapun cabai merah besar tercatat mencapai Rp91.250/kg. Di sisi lain, harga cabai rawit hijau justru mengalami penurunan tipis menjadi Rp52.500/kg.
Pemerintah Kirim 7 Ton Cabai ke Halmahera
Menghadapi lonjakan harga tersebut, pemerintah berupaya memperkuat distribusi pangan dari daerah yang memiliki surplus produksi ke wilayah yang membutuhkan pasokan.
Budi mengatakan persoalan harga cabai tidak selalu disebabkan oleh kekurangan produksi secara nasional. Sebab, sejumlah daerah masih memiliki pasokan berlebih, tetapi distribusinya belum merata.
"Walaupun demikian kan tetap ada yang surplus, karena cabai ini diproduksi di daerah tertentu. Makanya kemarin yang kita lakukan adalah dengan membantu pengiriman," ujarnya.
Salah satu langkah yang telah dilakukan pemerintah yakni mengirimkan 7 ton cabai dari Jawa Timur ke Halmahera. Pengiriman tersebut dilakukan karena Jawa Timur merupakan salah satu daerah yang memiliki surplus produksi cabai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 9Pemerintah Tegaskan Perekonomian Indonesia Masih Positif Jelang Akhir Tahun
- 10Ketua KPK Ingatkan Nusron Wahid Penuhi Panggilan Penyidik Tanpa Harus Dijemput Paksa







