Akurat Logo

Harga Melonjak, Pemerintah Kirim 7 Ton Cabai dari Jatim ke Halmahera

Esha Tri Wahyuni | 3 November 2026, 20:26 WIB
Harga Melonjak, Pemerintah Kirim 7 Ton Cabai dari Jatim ke Halmahera
Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso

AKURAT.CO Harga cabai di sejumlah daerah mengalami lonjakan hingga jauh melampaui Harga Acuan Pemerintah (HAP). Pemerintah pun mengandalkan distribusi antardaerah untuk menekan kenaikan harga, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan.

Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso mengatakan, kenaikan harga cabai dipengaruhi kondisi cuaca, khususnya kemarau panjang yang berdampak terhadap produksi di sejumlah sentra pertanian.

Komoditas yang mengalami kenaikan antara lain cabai rawit merah dan cabai merah keriting. Kondisi tersebut membuat pasokan cabai di sejumlah wilayah berkurang sehingga mendorong harga di tingkat konsumen.

Baca Juga: Harga Cabai Naik, Inflasi Pangan Oktober 2026 Capai 5,81 Persen

"Memang cabai rawit, kemudian cabai keriting, cabai rawit merah sedikit mengalami kenaikan. Itu karena memang faktor cuaca," kata Budi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Berdasarkan data harga pangan yang dihimpun hingga awal November 2026, harga rata-rata cabai rawit merah sempat menembus Rp124.400 per kilogram (kg). Angka tersebut naik 23,72% dan jauh melampaui HAP sebesar Rp57.000/kg.

Sementara itu, harga cabai merah keriting meningkat sekitar 21,17% menjadi Rp101.900-Rp105.600/kg. Adapun cabai merah besar tercatat mencapai Rp91.250/kg. Di sisi lain, harga cabai rawit hijau justru mengalami penurunan tipis menjadi Rp52.500/kg.

Pemerintah Kirim 7 Ton Cabai ke Halmahera

Menghadapi lonjakan harga tersebut, pemerintah berupaya memperkuat distribusi pangan dari daerah yang memiliki surplus produksi ke wilayah yang membutuhkan pasokan.

Budi mengatakan persoalan harga cabai tidak selalu disebabkan oleh kekurangan produksi secara nasional. Sebab, sejumlah daerah masih memiliki pasokan berlebih, tetapi distribusinya belum merata.

"Walaupun demikian kan tetap ada yang surplus, karena cabai ini diproduksi di daerah tertentu. Makanya kemarin yang kita lakukan adalah dengan membantu pengiriman," ujarnya.

Salah satu langkah yang telah dilakukan pemerintah yakni mengirimkan 7 ton cabai dari Jawa Timur ke Halmahera. Pengiriman tersebut dilakukan karena Jawa Timur merupakan salah satu daerah yang memiliki surplus produksi cabai.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.