Akurat Logo

Gibran Dorong Pemulihan Perkebunan Kakao di Mamuju, Pastikan Pupuk dan Fasilitas Pengolahan Terjamin

Ayu Rachmaningtyas | 3 November 2026, 20:43 WIB
Gibran Dorong Pemulihan Perkebunan Kakao di Mamuju, Pastikan Pupuk dan Fasilitas Pengolahan Terjamin
Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, berdialog dengan petani kakao, di Sentra Pembibitan Kakao Mamunyu, Kabupaten Mamuju, Selasa (3/11/2026).

AKURAT.CO Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, mendorong percepatan pemulihan perkebunan kakao di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, melalui pemenuhan kebutuhan pupuk, bibit, pengendalian hama, serta penguatan fasilitas pengolahan hasil perkebunan.

Dalam pertemuan dengan para petani, dia menyerap berbagai aspirasi terkait kendala yang dihadapi dalam mengembangkan perkebunan kakao. Antara lain kondisi kebun yang terdampak kekeringan dan serangan hama, keterbatasan pupuk, serta kebutuhan bibit dan sarana pendukung untuk memulihkan produktivitas tanaman.

Salah satu petani kakao, Suwardi, menyampaikan bahwa ketersediaan pupuk subsidi di tingkat kios masih menjadi kendala. Menurutnya, jumlah pupuk yang diterima kios belum sepenuhnya sesuai dengan data kebutuhan petani dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Baca Juga: Gibran Pastikan Pemerataan Layanan Pendidikan di SMAN 1 Mamasa dan SDN Samak Mamuju

"Kadangkala kami mau menebus pupuk di kios, pupuknya sudah habis. Sementara data RDKK yang masuk di kios itu 100 persen, kami tanyakan ke kios kenapa kami kehabisan pupuk. Kios katanya data yang mereka terima cuma 60 persen dari RDKK yang ada," ujar Suwardi, saat berdialog dengan Wapres Gibran, di Sentra Pembibitan Kakao Mamunyu, Kabupaten Mamuju, Selasa (3/11/2026).

Keluhan lainnya juga disampaikan oleh salah satu petani kakao, Hasbi. Dia mengungkapkan bahwa kekeringan menyebabkan banyak pohon kakao milik petani mati. Untuk mengatasi kondisi tersebut, petani membutuhkan dukungan pompa air dan tandon.

Selain itu, kerusakan jalan tani juga menyulitkan petani dalam mengakses bantuan dan mengangkut hasil perkebunan.

Kendala yang kami alami di kebun, Pak, yaitu kekeringan, Pak, kemarin. Sehingga banyak sekali pohon kakao kami yang mati. Ya, tadi dilaporkan, butuh pompa dan tandon. Kami sangat mohon bantuan untuk jalan tani kami, Pak. Kami susah dapat bantuan gara-gara akses jalan yang sangat rusak," tutur Hasbi.

Baca Juga: Kawal Program Bedah Rumah untuk Warga Mamuju, Gibran Tekankan Sanitasi dan Kesehatan Berkualitas

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Wapres langsung memberikan arahan kepada Plt. Sekretaris Wakil Presiden, Al Muktabar, agar berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk memastikan pupuk subsidi bagi petani yang telah terdaftar dalam RDKK terpenuhi.

Sementara itu, petani yang belum terdaftar perlu didata terlebih dahulu agar kebutuhan mereka dapat ditindaklanjuti. "Untuk pupuk subsidi, kita pastikan ke Kementan, yang sudah terdaftar dalam RDKK mendapatkan alokasi sesuai kebutuhan dan ketentuan. Untuk yang belum terdaftar, tolong didata dulu untuk dikoordinasi juga," arahan Wapres.

Selain pupuk, Wapres juga menyoroti kebutuhan sarana pendukung pertanian lainnya, seperti obat pengendali hama, chainsaw, hand sprayer, dan pompa air. Dia mendorong agar kebutuhan yang memungkinkan untuk segera dipenuhi dapat langsung diadakan dan disalurkan kepada petani.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.