Setahun Pemerintahan Prabowo: Kesejahteraan Petani Meningkat hingga Pasokan Pangan Makin Stabil

AKURAT.CO Komisi IV DPR RI mengapresiasi tinggi atas capaian strategis sektor pangan, pada tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Berbagai indikator menunjukkan peningkatan signifikan pada produksi, kesejahteraan petani, stabilitas pasokan, hingga reformasi tata kelola pangan nasional.
Capaian tersebut merupakan hasil konsistensi kebijakan pemerintah, yang sejak Oktober 2024 menetapkan swasembada pangan khususnya beras, jagung, dan komoditas strategis lainnya sebagai prioritas nasional.
"Saat ini kita melihat arah pembangunan pangan yang semakin jelas dan terukur. Pemerintah bekerja dengan fokus, petani bergerak dengan semangat, dan hasilnya mulai kita rasakan. Ini adalah pijakan penting menuju kedaulatan pangan yang menjadi cita-cita bersama," kata Wakil Ketua Komisi IV DPR, Abdul Kharis Almasyhari, dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/11/2025).
Baca Juga: Tekan Harga Pangan, Trump Hapus Tarif untuk Daging, Tomat, dan Pisang
Dia turut menyoroti data Badan Pusat Statistik (BPS), yang menunjukkan bahwa pemerintah akan berhasil menghentikan impor beras sepenuhnya pada 2025. Sebuah capaian bersejarah, mengingat pada 2023–2024 impor beras mencapai lebih dari 7,5 juta ton.
Menurutnya, keberhasilan ini membawa dampak ekonomi, sosial, ketahanan nasional, hingga lingkungan yang nyata dan signifikan. Berdasarkan laporan resmi BPS, produksi beras Januari-Desember 2025 diperkirakan mencapai 34,77 juta ton, meningkat 4,15 juta ton atau 13,54 persen dibandingkan 2024.
Abdul Kharis menilai, peningkatan ini merupakan hasil gotong royong petani serta keberpihakan kebijakan pemerintah dalam penyediaan sarana, akses teknologi, hingga perbaikan manajemen produksi.
Indikator kesejahteraan petani juga menunjukkan peningkatan, di mana Nilai Tukar Petani (NTP) pangan mencapai 124,36 melampaui target pemerintah sebesar 110. "Kenaikan NTP ini adalah bukti bahwa kebijakan negara memberi ruang yang lebih baik bagi petani untuk tumbuh, berkembang, dan semakin kompetitif," tuturnya.
Dia juga mengapresiasi keberhasilan pemerintah menjaga stabilitas stok pangan nasional, yang menjadi pilar utama stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Terkait distribusi pupuk, dia menilai reformasi yang dilakukan pemerintah sebagai langkah strategis. Simplifikasi alur distribusi dan penurunan harga pupuk sebesar 20 persen telah menekan biaya produksi petani.
Baca Juga: Pemprov Jakarta Pastikan Anggaran Pangan Bersubsidi 2026 Tak Dipangkas
"Reformasi pupuk ini sangat penting untuk memastikan petani kecil dan menengah mendapatkan akses yang lebih mudah dan harga yang lebih terjangkau," jelasnya.
Selain itu, penetapan HPP gabah Rp6.500 per kg disertai jaminan pembelian oleh negara dinilai berhasil memperkuat posisi tawar petani. Kebijakan ini membuat Bulog memiliki stok beras tertinggi dalam sejarah, dan memastikan pembayaran tepat waktu kepada petani.
Dia menilai, langkah ini efektif memutus ketergantungan petani terhadap tengkulak. Dia menegaskan bahwa keberhasilan sektor pangan ini harus dijaga keberlanjutannya.
"Ke depan, tantangan kita adalah memperkuat koordinasi, memperluas teknologi pertanian modern, dan meningkatkan ketahanan pangan jangka panjang. Komisi IV DPR RI akan terus mendorong regulasi yang memperkuat kedaulatan pangan nasional," ujarnya.
"Kami apresiasi Menteri Pertanian beserta seluruh jajaran yang telah bekerja keras mewujudkan gagasan besar Presiden Prabowo Subianto dalam pembangunan sektor pangan," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 5Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 6Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 7Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 8Ramalan Shio Minggu Ini 28 September–4 Oktober 2026: Ada yang Makin Sibuk, Ada yang Butuh Me Time
- 9Komisaris Sucofindo: Gus Alex Titip Satu Juta Dolar untuk Pansus Haji, Sosok Komsin Disebut Brimob Jujur
- 10Prabowo Perkuat BPJS Kesehatan, Siapkan Tambahan Anggaran Rp20 Triliun








