Akurat Logo

Gibran Mau Kapasitas RSUD Kondosapata Ditingkatkan: Warga Mamasa Tak Perlu Jauh untuk Berobat

Ayu Rachmaningtyas | 2 November 2026, 23:28 WIB
Gibran Mau Kapasitas RSUD Kondosapata Ditingkatkan: Warga Mamasa Tak Perlu Jauh untuk Berobat
Wapres Gibran Rakabuming Raka meninjau RSUD Kondosapata di Dusun Katoing, Desa Penanian, Kecamatan Balla, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Senin (2/11/2026).

AKURAT.CO Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas RSUD Kondosapata di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang memadai di daerah sendiri, tanpa harus menempuh perjalanan jauh.

"Peninjauan ini merupakan bagian dari komitmen Wapres untuk terus hadir di tengah masyarakat, mendengarkan berbagai kebutuhan dan aspirasi, serta memastikan program Presiden berjalan sesuai kebutuhan di lapangan," kata Gibran, Senin (2/11/2026).

Dia menilai peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di daerah perlu didukung oleh kesiapan fasilitas, tenaga medis, dan peralatan kesehatan. Hal ini penting agar keberadaan rumah sakit benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam memperoleh layanan kesehatan yang aman dan berkualitas tanpa harus dirujuk ke luar daerah.

Baca Juga: Ketum Parpol Harus Bertemu Bahas Putusan MA Soal Ijazah Gibran

"Kita ingin masyarakat bisa mendapat pelayanan kesehatan yang baik di daerahnya sendiri tanpa harus menempuh perjalanan jauh untuk kebutuhan yang seharusnya dapat ditangani di daerah tersebut," ujarnya.

Dia meminta pembangunan infrastruktur rumah sakit harus berjalan beriringan dengan pemenuhan sumber daya manusia dan peralatan medis. Ketersediaan gedung dan fasilitas fisik perlu diikuti kesiapan rumah sakit dalam memberikan pelayanan secara optimal kepada pasien.

"Rumah sakit ini sangat dibutuhkan masyarakat. Kita ingin pembangunannya berjalan baik, tapi yang tidak kalah penting adalah kesiapan dokter, alat kesehatan, dan pelayanan kepada pasien. Jangan sampai gedungnya sudah selesai, tetapi fasilitas dan tenaga medisnya belum siap," jelasnya.

Dia juga mengingatkan agar proses pembangunan rumah sakit tetap memperhatikan keberlangsungan pelayanan kesehatan. Dia meminta agar aktivitas pembangunan tidak mengganggu keselamatan maupun kenyamanan pasien yang sedang menjalani perawatan.

"Selama pembangunan, bagaimana pelayanan pasien? Tolong pastikan tidak mengganggu keselamatan dan kenyamanan pasien," pesannya.

Baca Juga: Golkar: Hak Angket Tidak Relevan Menindaklanjuti Putusan MA Soal Ijazah Gibran

Selain itu, Gibran juga turut menanyakan langkah pemenuhan kebutuhan dokter spesialis, termasuk peluang kerja sama dengan perguruan tinggi melalui nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU).

Plt. Direktur RSUD Kondosapta, Naomi Bungan, menjelaskan bahwa saat ini rumah sakit telah memiliki sejumlah dokter spesialis, di antaranya dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn), THT, gigi, serta anestesi. Namun, jumlah tenaga medis tersebut masih perlu ditambah, khususnya untuk dokter obgyn yang saat ini baru tersedia satu orang dari kebutuhan dua orang.

"Saat ini ada sekitar 4 orang, yaitu dokter obgyn. Tapi hanya 1, kebutuhan kami ada 2. Kemudian ada dokter ahli THT, kemudian ada dokter spesialis gigi, kemudian dokter anestesi. Selebihnya itu kami MoU dengan Unhas (Universitas Hasanuddin) untuk pemenuhan dokter yang lain," sebut Naomi pada kesempatan terpisah.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.