Robot Humanoid China Kalahkan Rekor Usain Bolt, Kini Diuji Bekerja Seperti Manusia

AKURAT.CO Robot humanoid China kembali mencuri perhatian dunia setelah dua robot mencatat waktu lari 100 meter yang lebih cepat dibandingkan rekor dunia manusia milik Usain Bolt.
Namun, kemampuan berlari cepat ternyata bukan tantangan terbesar bagi generasi baru robot humanoid. Ujian sesungguhnya justru dimulai ketika robot harus melakukan pekerjaan yang selama ini dikerjakan manusia, mulai dari mengemas barang di gudang, merakit komponen, mengisi daya kendaraan listrik, hingga memasang kabel dengan tingkat presisi tinggi.
Kemampuan tersebut diuji dalam World Humanoid Robot Games yang digelar selama lima hari di Beijing mulai Sabtu. Kompetisi ini menggabungkan pertandingan olahraga dengan simulasi pekerjaan di pabrik, restoran, perkantoran, serta skenario keadaan darurat.
Robot China Lari Lebih Cepat dari Usain Bolt
Dalam perlombaan lari 100 meter, dua robot humanoid berhasil mencatat waktu lebih cepat dari rekor dunia Usain Bolt, yaitu 9,58 detik.
Pencapaian tersebut menunjukkan perkembangan drastis dibandingkan kompetisi tahun sebelumnya. Pada 2025, robot yang menjadi pemenang nomor 100 meter masih membutuhkan waktu lebih dari 20 detik.
Meski mampu berlari dengan kecepatan tinggi, robot-robot tersebut masih menghadapi persoalan mendasar: bagaimana berhenti dengan aman.
Beberapa robot kesulitan mengerem setelah melewati garis finis dan bahkan menghantam matras tebal yang ditempatkan beberapa meter setelah garis akhir oleh panitia.
Robot dari model yang sama dengan juara lari 100 meter juga mencatat waktu 39,7 detik dalam nomor 400 meter. Catatan tersebut lebih cepat dibandingkan rekor dunia manusia milik atlet Afrika Selatan Wayde van Niekerk, yakni 43,03 detik.
51 Kompetisi Uji Kemampuan Robot
World Humanoid Robot Games menghadirkan 51 nomor pertandingan yang tidak hanya mengandalkan kemampuan atletik robot. Sebanyak 30 nomor dirancang menyerupai olahraga manusia, sedangkan 21 lainnya menggunakan skenario yang menggambarkan pekerjaan dan situasi di dunia nyata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November




