Rostelecom Rusia Berencana Bangun Pusat Data Bawah Tanah untuk Lindungi dari Serangan Drone dan Rudal

AKURAT.CO Rostelecom, penyedia layanan internet terbesar di Rusia, berencana membangun pusat data bawah tanah dengan sistem perlindungan ekstra untuk mengantisipasi ancaman serangan dari luar, termasuk drone dan rudal.
Rencana pembangunan pusat data bawah tanah atau underground data center tersebut dilaporkan surat kabar bisnis Rusia, Vedomosti, dengan mengutip sejumlah sumber di lingkungan perusahaan.
Rostelecom bahkan dikabarkan tengah menjajaki kerja sama dengan perusahaan pertambangan Nornickel untuk membangun fasilitas pusat data bawah tanah. Sumber lain yang mengetahui pembicaraan tersebut mengatakan, Nornickel berpotensi memberikan dukungan melalui keahliannya dalam konstruksi bawah tanah dan standar keselamatan pertambangan.
Menurut sejumlah pakar, fasilitas ini dapat menjadi pilihan infrastruktur yang lebih aman bagi klien pemerintah maupun perusahaan, khususnya untuk menyimpan cadangan dan melindungi data penting.
Penempatan pusat data di bawah tanah dinilai dapat memberikan perlindungan tambahan, tidak hanya dari serangan drone, tetapi juga dari jenis serangan rudal tertentu.
Seorang sumber di Rostelecom menjelaskan bahwa pembangunan pusat data bawah tanah merupakan lapisan perlindungan ketiga dalam sistem keamanan infrastruktur digital.
Lapisan pertama dilakukan dengan menyediakan lokasi cadangan untuk menyimpan salinan data apabila infrastruktur utama mengalami kerusakan. Selanjutnya, lapisan kedua adalah mendistribusikan kapasitas komputasi dan layanan ke sejumlah lokasi yang berjauhan secara geografis.
Adapun pembangunan pusat data bawah tanah menjadi langkah perlindungan tambahan setelah kedua sistem tersebut diterapkan.
Rencana Rostelecom ini muncul setelah Kementerian Pengembangan Digital Rusia pada akhir Oktober 2026 menyetujui sejumlah rekomendasi untuk melindungi pusat data dari serangan drone dan ancaman udara lainnya. Salah satu rekomendasinya adalah menempatkan fasilitas pusat data di bawah tanah atau di dalam bunker.
Kebijakan tersebut dikeluarkan setelah sejumlah drone Ukraina menyerang pusat data milik perusahaan teknologi Yandex dan bank Sberbank di Rusia.
Sementara itu, Rusia sebelumnya juga pernah melancarkan serangan terhadap fasilitas pusat data di Ukraina selama berlangsungnya perang kedua negara.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa infrastruktur digital, termasuk pusat data yang menopang layanan internet, penyimpanan informasi, dan sistem komputasi, semakin menjadi bagian penting dalam pertimbangan keamanan di tengah konflik bersenjata.
Sumber: Meduza
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November







