Pemprov Jakarta Diminta Fokus Pakai APBD 2026 untuk Tangani Banjir hingga Sampah

AKURAT.CO Komisi D DPRD Jakarta meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta memfokuskan penggunaan APBD 2026 untuk menangani sejumlah persoalan perkotaan. Mulai dari ancaman banjir, penumpukan sampah, infrastruktur drainase, hingga kebutuhan lahan pemakaman warga.
Ketua Komisi D DPRD Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penguatan penanganan banjir perlu menjadi perhatian karena Jakarta diprediksi memasuki musim hujan pada Oktober-Desember 2026. Pemprov Jakarta harus memastikan seluruh infrastruktur pengendali banjir siap sebelum hujan dengan intensitas tinggi terjadi.
"Kami mendorong agar seluruh kesiapan menghadapi musim hujan benar-benar diperhatikan, mulai dari drainase, pompa, saluran, sampai langkah mitigasi lainnya. Jangan sampai penanganan baru dilakukan setelah terjadi banjir," kata Yuke kepada wartawan, Selasa (15/9/2026).
Baca Juga: Ketua KPK Benarkan OTT di Jakarta dan Bogor, Kantor Pertanahan Terseret
Selain banjir, dia juga menyoroti persoalan sampah yang belum seluruhnya terangkut akibat pembatasan pembuangan menuju TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat.
Dia meminta Pemprov Jakarta segera menyiapkan solusi alternatif untuk menangani sampah yang masih tersisa, sehingga persoalan pengangkutan sampah tidak berkembang menjadi masalah lingkungan dan kesehatan masyarakat.
"Pemprov Jakarta harus mencari alternatif solusi untuk tumpukan sampah yang tidak terangkut saat ini akibat pembatasan. Secara kedaruratan, ini harus dituntaskan agar tidak menimbulkan permasalahan baru," ujarnya.
Menurutnya, berkurangnya pengangkutan membuat sebagian volume sampah masih tertinggal. Dia juga mendorong agar Pemprov Jakarta dapat menjajaki kerja sama dengan pihak lain untuk menangani persoalan tersebut secara situasional.
Baca Juga: Pramono Siapkan Program Penataan Kabel Jakarta, Swasta Diminta Ikut Terlibat
Namun, keterlibatan pihak lain bukan dimaksudkan sebagai solusi permanen. Kerja sama tersebut hanya dilakukan selama kondisi pembatasan berlangsung, dan harus melalui kajian serta perhitungan yang matang.
"Saat ini sebenarnya sudah berjalan, tetapi karena ritase berkurang, pastinya volume sampah masih tersisa. Jika persoalan sampah bisa diatasi, tentunya hal ini akan merubah wajah Jakarta di akhir tahun 2026," ujarnya.
Drainase hingga Ruang Terbuka Hijau
Komisi D DPRD Jakarta juga mendorong percepatan pekerjaan peningkatan dan pemeliharaan drainase, termasuk di kawasan yang berhubungan dengan aktivitas transportasi publik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 9Pemerintah Tegaskan Perekonomian Indonesia Masih Positif Jelang Akhir Tahun
- 10Ketua KPK Ingatkan Nusron Wahid Penuhi Panggilan Penyidik Tanpa Harus Dijemput Paksa







