KIPP Terbitkan 4 Rekomendasi Pemantauan Cegah Pelanggaran di Pilkada 2024

AKURAT.CO Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) menerbitkan empat rekomendasi atas hasil pantauan pelanggaran Pilkada 2024. Sorotan pertama, KIPP menilai pola pelanggaran Pilkada 2024 akan berbeda dengan pelaksanaan Pemilu dan Pilpres pada Februari lalu.
"Upaya itu sudah disiapkan, upaya-upaya mobilisasi pemenangan sudah disiapkan sedari awal, rapih, dan terkoordinasi," kata Peneliti KIPP Divisi Monitoring, Brahma Aryana dalam keterangan tertulis, Selasa (8/10/2024).
Brahma menyebut, rekomendasi kedua menyoal minimnya pelanggaran pada tahapan kampenye. Dia menegaskan, hal itu bukan menjadi kebanggaan dan tidak boleh dianggap remeh. Sebab, itu menunjukan indikator rendahnya partisipasi politik.
"Kesadaran masyarakat akan pentingnya pelaksanaan Pilkada sebagai proses seleksi dan rekrutmen pemimpin politik di daerah-daerah mereka rendah," ujarnya.
Baca Juga: Ibu-ibu Bicara Udara Serukan Pentingnya Kualitas Udara Bersih di Pilkada Jakarta
KIPP juga menyorot soal politik uang yang menyasar semua unsur, baik itu penyelenggara pemilu maupun pemilih itu sendiri.
"Politik uang terhadap jajaran bawah penyelenggara pemilu dapat berdampak atau menyebabkan penggelembungan suara, manipulasi suara, penimbunan surat undangan memilih, penghilangan hak pilih, dan lain-lain," jelasnya.
Keempat, KIPP mengimbau agar pengawasan pemilu, dalam hal ini Bawaslu RI beserta jajarannya di daerah, untuk lebih memfokuskan fungsi pengawasannya di tahapan pemungutan dan penghitungan suara serta rekapitulasi suara berjenjang.
Bawaslu dan jajarannya harus bekerja, di samping laporan masyarakat, namun harus lebih aktif pada 'fungsi kerja temuan' pelanggaran. Sehingga, ke depan tidak ada kejadian banyak kecurangan pemilu yang terjadi di masyarakat, tetapi minim temuan pelanggaran.
"Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) sebagai bagian dari Bawaslu agar lebih diperhatikan sehingga mereka benar-benar bekerja dan diaktivasi, karena pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di Pilkada 2024 di prediksi akan didominasi pada pasal-pasal pelanggaran yang bersifat pidana di hari pemungutan dan penghitungan serta rekapitulasi suara," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit








