Akurat Logo

Menag Buka OASE III PTKIN 2026, Dorong Integrasi Sains dan Nilai Agama

Okto Rizki Alpino | 4 November 2026, 21:08 WIB
Menag Buka OASE III PTKIN 2026, Dorong Integrasi Sains dan Nilai Agama
Menag Nasaruddin Umar, resmi membuka Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

AKURAT.CO Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, resmi membuka Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Ajang nasional ini diikuti kontingen mahasiswa dari 54 PTKIN di seluruh Indonesia.

OASE III PTKIN 2026 menjadi wadah kompetisi sekaligus pengembangan kapasitas akademik mahasiswa di bidang sains, riset, dan teknologi.

Pembukaan acara dihadiri Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Amien Suyitno, Rektor UIN Sunan Kalijaga Noorhaidi Hasan, serta sejumlah pejabat dan pimpinan PTKIN dari berbagai daerah.

Dalam sambutannya, Nasaruddin mengajak mahasiswa meneladani kejayaan peradaban Islam atau Golden Age of Islam.

Pada masa tersebut, ilmuwan Muslim seperti Al-Khawarizmi, Ibnu Sina, dan Ibnu Haitam berkontribusi besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dunia.

Menurut Nasaruddin, penguasaan sains dan teknologi menjadi kunci untuk membangun kembali kejayaan tersebut.

Namun, kemajuan ilmu pengetahuan harus tetap berlandaskan nilai-nilai agama agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi kemanusiaan.

"Kalau kita ingin merebut masa jaya itu kembali, tidak ada cara lain: kuasai ilmu pengetahuan dan sains. Namun, ilmu pengetahuan yang canggih harus tetap dibimbing oleh nilai agama agar teknologi tidak membawa dampak destruktif bagi kemanusiaan," ujar Nasaruddin.

Sementara itu, Amien Suyitno menjelaskan bahwa OASE pertama kali digelar pada 2021 di Aceh, kemudian berlanjut di Jakarta pada 2023. Pada 2026, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan edisi ketiga.

Amien juga menyoroti capaian UIN Sunan Kalijaga dalam pemeringkatan internasional Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2026.

Dia menyebut capaian tersebut menjadi bukti bahwa PTKIN mampu bersaing dengan perguruan tinggi lainnya.

"Hari ini, UIN Sunan Kalijaga berada di atas UGM dalam pemeringkatan THE WUR 2026. Ini membuktikan insan PTKIN tidak boleh minder. OASE mencita-citakan lahirnya Ibnu Sina baru dan Ibnu Rusyd baru—seorang hafiz yang sekaligus saintis ulung. Langkah ini sejalan dengan Perpres Nomor 108 Tahun 2024 tentang Desain Besar Manajemen Talenta Nasional," tegas Amien.

Sebagai tuan rumah, Rektor UIN Sunan Kalijaga Noorhaidi Hasan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan.

Dia menegaskan OASE dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk mencari pemenang, tetapi juga ruang pertukaran gagasan dan pengembangan talenta mahasiswa PTKIN.

"Sains membantu kita memahami alam, riset menghasilkan pengetahuan baru, sementara agama memberikan landasan etis dan spiritual tentang makna kehidupan. Di sinilah relevansi paradigma integrasi interkoneksi keilmuan yang dikembangkan di UIN Sunan Kalijaga," ungkap Noorhaidi.

Pembukaan OASE III PTKIN 2026 ditandai dengan penekanan tombol digital oleh Menteri Agama bersama jajaran pimpinan Kementerian Agama dan Rektor UIN Sunan Kalijaga.

Prosesi tersebut menandai dimulainya rangkaian kompetisi sains dan riset tingkat nasional.

OASE PTKIN merupakan kompetisi ilmiah nasional bagi mahasiswa perguruan tinggi keagamaan Islam di bawah naungan Kementerian Agama.

Baca Juga: Investasi Jakarta Masih Berpusat di Jaksel dan Jakpus

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.