Wira's Playroom, Sebuah Harapan Sederhana untuk Anak Istimewa Tumbuh dengan Baik

AKURAT.CO Bagaimana jika sekolah tidak lagi menuntut setiap anak untuk mengikuti cara belajar yang sama. Melainkan menyesuaikan pendekatan dengan kebutuhan masing-masing anak.
Gagasan inilah yang menjadi dasar hadirnya Wira's Playroom, sebuah ruang pendidikan inklusif di Kemang, Jakarta Selatan, bagi anak-anak dengan kebutuhan belajar dan perkembangan yang beragam.
Pendekatan ini sejalan dengan laporan Global Education Monitoring Report 2020 dari UNESCO, yang menunjukkan bahwa pendidikan inklusif yang dirancang dengan baik dapat mendukung pencapaian akademik, perkembangan sosial dan emosional, rasa percaya diri, serta penerimaan anak di lingkungan sekolah.
Baca Juga: Mensos Prioritaskan Pembangunan Dua Sekolah Rakyat di Nabire
Prinsip utamanya adalah menciptakan sistem pendidikan yang mampu mengakomodasi keberagaman kebutuhan peserta didik.
Berangkat dari keyakinan tersebut, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mendirikan Wira's Playroom bersama Reshma Wijaya, pendiri Saraswati Learning Center yang berpengalaman dalam bidang pendidikan anak berkebutuhan khusus.
Gagasan ini juga terinspirasi dari pengalaman Sara sebagai ibu dari Wira, putranya yang memiliki Down Syndrome. Perjalanan mendampingi tumbuh kembang Wira, membuatnya semakin memahami pentingnya lingkungan pendidikan yang mampu mengenali kebutuhan dan potensi setiap anak.
"Ketika semua anak dituntut mengikuti sistem pembelajaran yang sama, mereka yang memiliki kebutuhan berbeda berisiko tidak mendapatkan dukungan yang tepat untuk berkembang. Wira's Playroom lahir dari sebuah harapan sederhana: agar anak-anak kita tidak harus berjuang menyesuaikan diri dengan lingkungan yang belum memahami mereka. Justru lingkungan belajar yang seharusnya mampu disesuaikan dengan kebutuhan anak," ujar Sara, Rabu (4/11/2026).
Baca Juga: Rusia Disebut Jatuhkan Bom ke Sekolah Desa di Ukraina Tenggara, Tewaskan 26 Orang
Dia pun membagikan pengalaman pribadinya sebagai seorang ibu dari anak berkebutuhan khusus.
Dia belajar bahwa tantangan terbesar bukan semata-mata menemukan sekolah yang bersedia menerima anak kita, tetapi menemukan tempat yang benar-benar memahami dan mampu mendukung mereka untuk berkembang.
"Saya ingin Wira memiliki kesempatan untuk belajar dengan bahagia, merasa diterima, dan membangun kepercayaan diri. Saya percaya setiap anak berhak mendapatkan kesempatan yang sama," lanjutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit








