Inflasi Oktober 2,86 Persen Tertinggi Sepanjang 2025, Pemda Diminta Kendalikan Harga Komoditas

AKURAT.CO Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menyebut angka inflasi Indonesia year-on-year (YoY) pada Oktober 2025 tercatat sebesar 2,86 persen. Angka ini menunjukan inflasi tertinggi selama tahun 2025.
Untuk itu, dia meminta pemerintah daerah (pemda) dengan inflasi tinggi segera memperkuat langkah pengendalian.
"Inflasi di bulan Oktober 2025 ini, berdasarkan data memang tertinggi sepanjang tahun 2025. Apabila dibandingkan dengan bulan September, angkanya naik 0,28 persen," kata Bima Arya di Jakarta, dikutip Selasa (18/11/2025).
Baca Juga: Tim MBG Bentuk Lima Pokja, Fokus Kendalikan Pasokan Bahan Pangan dan Inflasi
Dari sisi domestik, komoditas penyumbang inflasi month-to-month antara lain emas perhiasan, cabai merah, telur ayam ras, daging ayam ras, dan wortel. Tak hanya itu, inflasi juga dipengaruhi oleh dinamika global.
Dia mencontohkan situasi di Amerika Serikat (AS) yang baru-baru ini mengalami shutdown pemerintahan federal selama sekitar 43 hari. Shutdown terpanjang dalam sejarah tersebut menghambat pembaruan berbagai data penting dan turut memengaruhi aktivitas ekspor-impor.
"Namun tidak seperti Indonesia karena Amerika ini sistem pemerintahan federal, jadi yang shutdown itu adalah anggaran dari pemerintah pusat. Kalau di Amerika dengan sistem federal maka pajak-pajak di negara bagian masih terus berjalan untuk membiayai kebutuhan-kebutuhan pelayanan publik," jelasnya.
Selain itu, dia juga menyoroti kecenderungan deflasi di China yang dipicu krisis properti dan kelebihan kapasitas produksi sektor industri. Kenaikan harga emas juga turut berkontribusi terhadap dinamika inflasi global.
"Seperti selalu kita kaji, selalu Pak Menteri (Dalam Negeri) juga sampaikan, adanya kenaikan harga emas yang juga memberikan andil bagi kenaikan inflasi," ucapnya.
Baca Juga: Inflasi Mereda Tapi Produksi Pabrik AS Masih Lesu, Ada Apa?
Melihat kenaikan sejumlah komoditas tersebut, Bima menegaskan perlunya kewaspadaan daerah dalam merespons tekanan harga, terutama yang dipengaruhi faktor cuaca serta kondisi menjelang Natal dan Tahun Baru.
Dia merinci lima provinsi dengan inflasi tertinggi, yaitu Sumatera Utara (4,97 persen), Riau (4,95 persen), Aceh (4,66 persen), Sumatera Barat (4,52 persen), Sulawesi Tengah (3,92 persen), dan Jambi (3,71 persen).
Adapun provinsi dengan inflasi terendah adalah Papua (0,53 persen), Maluku Utara (1,18 persen), Lampung (1,20 persen), Papua Barat Daya (1,36 persen), Papua Barat (1,42 persen), dan Sulawesi Utara (1,48 persen).
Untuk tingkat kabupaten, inflasi tertinggi tercatat di Kerinci (6,70 persen), Tolitoli (6,69 persen), Pasaman Barat (6,67 persen), Deli Serdang (6,24 persen), dan Indragiri Hilir (6,14 persen).
Sementara di tingkat kota, inflasi tertinggi terjadi di Padangsidimpuan (5,71 persen), Gunungsitoli (5,22 persen), Pematang Siantar (5,10 persen), Pekanbaru (5,01 persen), dan Dumai (4,94 persen).
"Kerja sama dengan daerah-daerah champion, saya kira itu penting," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 2Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 3Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 6Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 7Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 8Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







