Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu

AKURAT.CO Pemimpin partai oposisi Israel, Yashar, Gadi Eisenkot menyatakan bahwa para pemilih telah menolak pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Ia berjanji untuk membentuk pemerintahan baru yang berkomitmen pada wajib militer.
Dalam sebuah unggahan di platform media sosial X, Gadi Eisenkot mengatakan bahwa ia baru saja menyelesaikan rangkaian pertemuan dan diskusi panjang yang bertujuan untuk mewujudkan keinginan para pemilih.
“Masih ada hari-hari kerja panjang di depan, namun kami fokus pada tugas berat yang dipercayakan kepada kami: membawa perubahan bagi Israel dan membentuk pemerintahan Zionis yang berkomitmen pada wajib militer,” tulisnya.
Ia menyebutkan bahwa para pemilih telah menyatakan ketidakpercayaan terhadap pemerintahan Netanyahu serta apa yang ia sebut sebagai “blok penghindar wajib militer”, istilah yang merujuk pada aliansi pemerintahan Netanyahu.
Tidak satu pun dari dua blok utama yang tampak mampu mengamankan mayoritas di parlemen. Menurutnya, blok tersebut kini berada di titik terendah dalam dua dekade terakhir.
“Saya merasakan beratnya tanggung jawab dan kepercayaan yang diberikan kepada saya oleh ratusan ribu warga yang meyakini Negara Israel dan Zionisme,” tulis Eisenkot.
“Berkat Anda semua, kita telah mencatatkan sejarah,” ujarnya kepada para pendukung.
Ia menambahkan bahwa partainya, yang baru dibentuk dalam kurun waktu satu tahun, telah menjadi kekuatan politik baru yang mewakili berbagai lapisan masyarakat Israel serta menawarkan alternatif pemerintahan yang kredibel dan bertanggung jawab.
Ia berjanji untuk menuntaskan tugas yang ada di depan mata. “Kami akan bertindak dan kami akan berhasil.”
Dengan 89,8% suara yang telah dihitung, blok Netanyahu diproyeksikan meraih 53 kursi di Knesset yang beranggotakan 120 orang, sementara blok yang dipimpin oleh Eisenkot diperkirakan memperoleh 48 kursi. Dua partai yang sebagian besar anggotanya berasal dari kalangan Arab diproyeksikan meraih total 19 kursi.
Belum ada satu pun blok pesaing yang mencapai 61 kursi yang diperlukan untuk meraih mayoritas parlemen.
Angka-angka tersebut masih bersifat sementara, mengingat ratusan ribu surat suara dalam “amplop ganda” termasuk suara dari tentara dan diplomat masih menunggu untuk dihitung.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 3KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 8Prediksi Sassuolo vs Lazio 28 Oktober 2026: Jay Idzes Absen, Biancocelesti Diunggulkan
- 9KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah
- 10Geledah Kantor Pusat Djarum, KPK Dalami Penyimpangan Penerimaan Cukai Rokok






