Akurat Logo

Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu

Fitra Iskandar | 29 Oktober 2026, 07:06 WIB
Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
Gadi Eisenkot - AA

AKURAT.CO Pemimpin partai oposisi Israel, Yashar, Gadi Eisenkot menyatakan bahwa para pemilih telah menolak pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Ia berjanji untuk membentuk pemerintahan baru yang berkomitmen pada wajib militer.

Dalam sebuah unggahan di platform media sosial X, Gadi Eisenkot mengatakan bahwa ia baru saja menyelesaikan rangkaian pertemuan dan diskusi panjang yang bertujuan untuk mewujudkan keinginan para pemilih.

“Masih ada hari-hari kerja panjang di depan, namun kami fokus pada tugas berat yang dipercayakan kepada kami: membawa perubahan bagi Israel dan membentuk pemerintahan Zionis yang berkomitmen pada wajib militer,” tulisnya.

Ia menyebutkan bahwa para pemilih telah menyatakan ketidakpercayaan terhadap pemerintahan Netanyahu serta apa yang ia sebut sebagai “blok penghindar wajib militer”, istilah yang merujuk pada aliansi pemerintahan Netanyahu.

Tidak satu pun dari dua blok utama yang tampak mampu mengamankan mayoritas di parlemen. Menurutnya, blok tersebut kini berada di titik terendah dalam dua dekade terakhir.

“Saya merasakan beratnya tanggung jawab dan kepercayaan yang diberikan kepada saya oleh ratusan ribu warga yang meyakini Negara Israel dan Zionisme,” tulis Eisenkot.

“Berkat Anda semua, kita telah mencatatkan sejarah,” ujarnya kepada para pendukung.

Ia menambahkan bahwa partainya, yang baru dibentuk dalam kurun waktu satu tahun, telah menjadi kekuatan politik baru yang mewakili berbagai lapisan masyarakat Israel serta menawarkan alternatif pemerintahan yang kredibel dan bertanggung jawab.

Ia berjanji untuk menuntaskan tugas yang ada di depan mata. “Kami akan bertindak dan kami akan berhasil.”

Dengan 89,8% suara yang telah dihitung, blok Netanyahu diproyeksikan meraih 53 kursi di Knesset yang beranggotakan 120 orang, sementara blok yang dipimpin oleh Eisenkot diperkirakan memperoleh 48 kursi. Dua partai yang sebagian besar anggotanya berasal dari kalangan Arab diproyeksikan meraih total 19 kursi.

Belum ada satu pun blok pesaing yang mencapai 61 kursi yang diperlukan untuk meraih mayoritas parlemen.

Angka-angka tersebut masih bersifat sementara, mengingat ratusan ribu surat suara dalam “amplop ganda” termasuk suara dari tentara dan diplomat masih menunggu untuk dihitung.

Sumber: Anadolu

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.