Akurat Logo

Pertumbuhan Ekonomi 2026 Melambat, Pemerintah Andalkan Stimulus APBN

Andi Syafriadi | 3 November 2026, 22:15 WIB
Pertumbuhan Ekonomi 2026 Melambat, Pemerintah Andalkan Stimulus APBN
Menteri Keuangan, Suahasil Nazara - AKURAT.CO/ANDOY

AKURAT.CO Pemerintah mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menjaga konsumsi masyarakat dan aktivitas ekonomi di tengah tekanan global.

Sejumlah instrumen fiskal, mulai dari subsidi hingga bantuan sosial, terus digunakan untuk menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan ekonomi setelah Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 menjadi 5,4–5,5% secara tahunan atau year-on-year (yoy).

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan proyeksi pada Agustus 2026 yang masih berada di kisaran 5,6–6,0%.

Baca Juga: Suahasil: APBN Harus Mampu Lindungi Rakyat dan Jaga Layanan Publik

Menteri Keuangan, Suahasil Nazara mengatakan APBN terus dijaga agar berfungsi sebagai peredam guncangan atau shock absorber ketika perekonomian menghadapi tekanan.

“APBN terus dijaga untuk berperan sebagai shock absorber melalui subsidi, kompensasi, perlindungan sosial, stabilisasi harga pangan, serta program penciptaan lapangan kerja,” kata Suahasil dalam konferensi pers KSSK di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Konsumsi rumah tangga, lanjut Menkeu Suahasil, menjadi salah satu komponen yang diharapkan tetap menopang pertumbuhan ekonomi pada 2026.

Menurut KSSK, berbagai stimulus fiskal pemerintah turut mendorong aktivitas konsumsi masyarakat. Bantuan sosial dan kebijakan stabilisasi harga pangan juga menjadi bagian dari upaya menjaga daya beli.

Selain konsumsi rumah tangga, percepatan belanja negara dan penyaluran bantuan sosial turut menopang konsumsi pemerintah.

Dukungan fiskal tersebut berlangsung ketika pemerintah menghadapi tantangan mempertahankan pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan eksternal.

Baca Juga: Impor Migas lewat Lemigas Masih Transisi, Bahlil Pastikan Tak Pakai APBN

KSSK memperkirakan perekonomian Indonesia pada kuartal III-2026 tetap tumbuh kuat. Permintaan domestik menjadi salah satu penopangnya, selain kinerja ekspor yang masih positif.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.