Akurat Logo

LPS: 25 Juta Orang Dewasa Masih Belum Memiliki Rekening Bank

Andi Syafriadi | 3 November 2026, 22:38 WIB
LPS: 25 Juta Orang Dewasa Masih Belum Memiliki Rekening Bank
Ilustrasi Rekening Bank - Source: Freepic

AKURAT.CO Sekitar 25 juta penduduk Indonesia berusia di atas 17 tahun belum memiliki rekening bank. Kondisi ini menjadi salah satu tantangan pemerintah dalam memperluas akses layanan keuangan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat jumlah penduduk dewasa yang belum memiliki rekening tersebut masih cukup besar. Pemerintah pun menyiapkan Program Satu Orang Satu Rekening untuk memperluas kepemilikan rekening masyarakat.

Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu mengatakan pihaknya mendukung program tersebut. Dukungan dilakukan melalui koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, terutama dalam penyelarasan data serta kriteria calon penerima.

Baca Juga: LPS Terima Rp2,78 Miliar dari Kasus BPR KRI, Pemulihan Baru 38 Persen

“Jumlah penduduk yang belum memiliki rekening usia di atas 17 tahun adalah sekitar 25 juta,” kata Anggito dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Selasa.

Pemerintah telah menyiapkan anggaran awal sebesar Rp1,28 triliun untuk membuka rekening bagi 25 juta warga berusia di atas 17 tahun. Program ini menyasar masyarakat yang masuk kelompok desil 1-4 atau kelompok dengan tingkat kesejahteraan terbawah.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan program tersebut ditargetkan mampu meningkatkan tingkat inklusi keuangan Indonesia hingga mendekati 99%.

“Menindaklanjuti Bapak Presiden, kami siapkan Program Satu Orang Satu Rekening dan dengan Program Satu Orang Satu Rekening ini, inklusivitas keuangan mendekati 99 persen. Jadi naik dari 93 persen menjadi 99 persen,” kata Airlangga dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Jakarta, Kamis (22/10).

Dalam pelaksanaannya, pemerintah akan memberikan setoran awal sebesar Rp50.000 untuk setiap rekening yang dibuka. Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) ditunjuk sebagai mitra penyalur program.

Kedua bank tersebut juga akan membantu menyiapkan data calon penerima berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), data Badan Pusat Statistik (BPS), serta data LPS.

Baca Juga: Pulihkan Kepercayaan Masyarakat ke Industri Asuransi, LPS Matangkan Program Penjaminan Polis

Airlangga menegaskan pembukaan rekening bukan menjadi satu-satunya tujuan program. Pemerintah juga ingin mendorong penggunaan rekening untuk mendukung penyaluran bantuan dan kegiatan produktif masyarakat.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.