Bukan Perang Tarif, Ini Strategi AXA Sharia Hadapi Persaingan Industri
AKURAT.CO AXA Sharia Life Insurance tidak melihat persaingan industri asuransi syariah sebagai perang tarif. Perusahaan memilih mengandalkan diferensiasi produk dan layanan, memperluas segmen konsumen, serta memperbesar basis pasar asuransi syariah di Indonesia.
Persaingan industri asuransi syariah memasuki fase yang semakin ramai seiring bertambahnya perusahaan yang memisahkan unit usaha syariahnya menjadi entitas mandiri. Di tengah kondisi tersebut, AXA Sharia Life Insurance membawa pendekatan yang tidak semata-mata bertumpu pada harga.
Presiden Direktur AXA Sharia Life Insurance Bukit Rahardjo mengatakan perusahaan melihat kompetisi sebagai ruang bagi setiap pemain untuk menawarkan proposisi yang berbeda kepada konsumen. Dengan begitu, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan produk perlindungan sesuai kebutuhannya.
“Kalau kita lihat, saya tidak melihat adanya tariff war. Setiap perusahaan memberikan proposisi yang beragam, sehingga konsumen punya lebih banyak pilihan,” kata Bukit dalam acara peresmian AXA Sharia Life Insurance di Jakarta, Jumat, 18 September 2026.
Pernyataan tersebut menjadi penting karena harga atau tarif kerap menjadi salah satu instrumen kompetisi dalam industri jasa keuangan. Bagi AXA Sharia, persaingan justru diarahkan pada bagaimana perusahaan menghadirkan nilai yang berbeda melalui produk, layanan, dan cara menjangkau konsumen.
Kompetisi Tidak Hanya Soal Harga
Dalam konteks asuransi, perbedaan proposisi dapat muncul melalui jenis perlindungan, manfaat yang ditawarkan, segmentasi nasabah, layanan, hingga kanal distribusi. Artinya, perusahaan dapat bersaing dengan menjawab kebutuhan konsumen yang berbeda tanpa harus menjadikan penurunan harga sebagai pusat strategi.
Pendekatan tersebut juga berkaitan dengan karakter pasar asuransi syariah yang masih memiliki ruang untuk berkembang. AXA Sharia tidak hanya ingin mendapatkan nasabah yang sudah menjadi pengguna asuransi syariah, tetapi juga membuka akses kepada kelompok masyarakat yang belum terjangkau.
Baca Juga: AXA Sharia Life Insurance Resmi Berdiri, Jadi Perusahaan Syariah Pertama AXA Group di Dunia
Baca Juga: AXA Gen Health: Inovasi Asuransi Rawat Jalan dengan Telekonsultasi dan Layanan Cashless
Bukit mengatakan perusahaan ingin memasuki segmen yang berbeda dari bisnis konvensional. Salah satu sasaran yang disebut adalah masyarakat menengah dan ritel, termasuk keluarga serta pekerja muda.
“Jangan hanya penetrasi ke high-net-worth, tetapi kita juga harus memberikan perlindungan yang lebih detail kepada masyarakat yang lebih luas,” ujar Bukit.
Strategi tersebut membuat persaingan AXA Sharia tidak berhenti pada perebutan nasabah dengan kemampuan finansial tinggi. Perusahaan mencoba mencari ruang pertumbuhan melalui kelompok masyarakat yang lebih luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit








