Jadi Lokasi Krista InterFOOD 2026, NICE PIK 2 Perkuat Daya Tarik Pameran Internasional

AKURAT.CO Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang, Banten, kembali menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan berskala internasional.
Kali ini, kawasan tersebut menjadi lokasi Krista InterFOOD 2026 yang mempertemukan ribuan pelaku industri makanan dan minuman dari berbagai negara.
Pameran yang berlangsung pada 4 hingga 7 November 2026 itu menghadirkan sekitar 1.100 peserta dari 16 negara.
Penyelenggara memanfaatkan area seluas 60.000 meter persegi yang tersebar di 11 hall NICE PIK 2.
Kehadiran pameran tersebut memperlihatkan peran fasilitas pameran berskala besar dalam mendukung pertumbuhan industri makanan dan minuman nasional, terutama melalui pertemuan antara produsen, distributor, pemasok, dan calon mitra bisnis internasional.
CEO Krista Exhibitions Group, Daud D. Salim, mengatakan, jumlah peserta tahun ini meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
Menurutnya, Krista InterFOOD terus berkembang sebagai wadah untuk memperkenalkan produk dan teknologi industri pangan Indonesia.
“Pameran makanan dan minuman ini merupakan ekosistem terbesar di Indonesia. Kami berharap Krista InterFOOD menjadi ikon industri pangan Indonesia sekaligus showcase industri pangan nasional ke depan,” ujar Daud.
Berbagai teknologi pengolahan makanan, peralatan industri, produk pangan, hingga kebutuhan sektor perhotelan dan restoran turut meramaikan pameran tersebut.
Pemanfaatan 11 hall NICE PIK 2 memungkinkan penyelenggara mengelompokkan peserta berdasarkan bidang usaha.
Pengunjung dapat menemukan produk makanan dan minuman, teknologi bakery, peralatan produksi, hingga inovasi pengemasan dalam area pameran yang berbeda.
Selain perusahaan berskala besar, sekitar 100 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah turut berpartisipasi untuk memperkenalkan produk unggulan mereka.
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji yang meresmikan pameran tersebut menekankan pentingnya inovasi berbasis bahan baku lokal agar produk Indonesia semakin kompetitif.
Menurutnya, pengembangan teknologi dan penelitian menjadi langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor.
Baca Juga: Jokowi Ungkap Sosok Djatmiko di Sidang, Bantah Ijazah S1 Gunakan Identitas Orang Lain
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit








