IPO, Emiten Nikel Sinar Terang Mandiri Raih Rp132,3 Miliar Dana Segar
Hefriday | 10 Maret 2025, 15:15 WIB

AKURAT.CO PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE), perusahaan jasa penunjang pertambangan dan penggalian, secara resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Maret 2025 dengan harga perdana Rp216 per saham.
Langkah strategis melalui Initial Public Offering (IPO) ini diharapkan dapat mengakselerasi pengembangan bisnis di sektor pertambangan nikel.
Melalui IPO tersebut, perusahaan menawarkan sebanyak 612,665,300 saham, yang setara dengan 15% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.
Dengan harga perdana tersebut, MINE berhasil mengumpulkan pendanaan sebesar Rp132,3 miliar, yang nantinya akan digunakan untuk memperkuat kegiatan operasional dan meningkatkan jumlah alat berat.
IPO ini mendapat sambutan luar biasa dari para investor. Proses penawaran awal dan umum mengalami oversubscribe hingga 25 kali lipat, menandakan tingginya minat pasar terhadap saham perusahaan yang memiliki prospek pertumbuhan di sektor pertambangan.
Direktur Utama MINE, Ivo Wangarry, menyatakan bahwa keberhasilan IPO ini merupakan momentum penting untuk memperbesar skala bisnis dan meningkatkan kinerja finansial secara berkelanjutan.
Ia menekankan komitmen perusahaan untuk menjalankan rencana bisnis yang telah disampaikan dalam prospektus dan menggunakan mayoritas dana untuk memperkuat fundamental perusahaan.
“Kami bersyukur proses IPO ini berjalan dengan baik dan mendapat sambutan luarbiasa dari investor. Komitmen kami adalah menjalankan rencana bisnis yang telah kami sampaikan dalam prospektus dan menggunakan mayoritas dana IPO ini untuk memperkuat fundamental Perseroan,” jelas Ivo Wangarry usai pencatatan saham perdana di BEI, Senin (10/3/2025).
Data fundamental perusahaan menunjukkan bahwa pada 31 Agustus 2024, MINE mencatat pendapatan sebesar Rp1,36 triliun, naik 40,8% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023.
Peningkatan pendapatan ini terutama didorong oleh kenaikan material movement penambangan nikel yang meningkat 47% dalam setahun.
Ivo Wangarry menambahkan, keberhasilan perusahaan melaksanakan IPO ini merupakan hasil kerja keras dari banyak pihak seperti karyawan, pemegang saham, mitra kerja, regulator, investor, serta profesi penunjang pasar modal.
“Terima kasih kepada karyawan, pemegang saham dan stakeholder lainnya yang telah menjadikan IPO PT Sinar Terang Mandiri sukses,” tambahnya.
Peningkatan jumlah alat berat pasca-IPO diharapkan dapat meningkatkan produktivitas penambangan nikel, yang pada gilirannya akan berdampak positif terhadap pendapatan perusahaan.
Ivo menambahkan bahwa pertumbuhan bisnis juga didukung oleh program hilirisasi industri nikel yang tengah menjadi fokus pemerintah.
Program hilirisasi industri nikel dan meningkatnya permintaan global terhadap nikel, khususnya sebagai bahan baku baterai untuk kendaraan listrik, membuka peluang bisnis yang sangat menjanjikan bagi MINE.
Perusahaan yakin bahwa investasi dalam pengadaan alat berat baru akan semakin mendorong efisiensi operasional dan ekspansi bisnis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit








