Akurat Logo

Gejolak Pasar Saham dan Rupiah, Wamenko Dradjad Tekankan Pentingnya Mencermati Fundamental Ekonomi

Yosi Winosa | 4 November 2026, 20:56 WIB
Gejolak Pasar Saham dan Rupiah, Wamenko Dradjad Tekankan Pentingnya Mencermati Fundamental Ekonomi
Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dradjad Hari Wibowo

AKURAT.CO Dinamika pasar modal dan pergerakan nilai tukar rupiah perlu disikapi dengan mencermati kondisi fundamental ekonomi secara menyeluruh.

Di tengah berbagai tantangan dan perkembangan global, penguatan transparansi, tata kelola, serta penegakan hukum menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.

“Presiden di dalam rapat kabinet, paripurna ya, itu menegaskan kita harus melakukan perbaikan-perbaikan yang fundamental atas pasar modal kita,” ujar Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dradjad Hari Wibowo dalam diskusi di salah satu stasiun TV di Jakarta, Selasa (3/11).

Baca Juga: IHSG Bangkit ke 4.919 di Tengah Isu Politik dan Sentimen Global yang Memanas

Pada kesempatan tersebut, Wamenko Dradjad menjelaskan bahwa perbaikan fundamental pasar modal perlu diarahkan pada peningkatan transparansi dan tata kelola, termasuk upaya mencegah praktik manipulasi saham atau “goreng-gorengan”.

Langkah tersebut diperlukan agar pasar modal Indonesia semakin kredibel dan mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi para investor.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah perkembangan penilaian penyedia indeks global MSCI terhadap pasar modal Indonesia. Adanya ancaman perubahan klasifikasi Indonesia dari kategori emerging market menjadi standalone market perlu dicermati secara serius.

Menurut Wamenko Dradjad, pembenahan pasar modal memang harus terus dilakukan, namun penilaian terhadap Indonesia juga perlu mempertimbangkan kondisi dan perkembangan reformasi yang sedang berjalan secara objektif dan proporsional.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi, pemerintah mendorong penguatan keterbukaan informasi mengenai struktur kepemilikan saham, termasuk pengungkapan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%.

Peningkatan transparansi tersebut diharapkan dapat mendukung proses penilaian investor sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia.

Wamenko Dradjad juga mengingatkan investor, khususnya investor ritel, agar tidak mengambil keputusan secara terburu-buru dalam merespons dinamika pasar. Menurutnya, perkembangan informasi dari penyedia indeks dapat disikapi secara proporsional tanpa memicu kepanikan di pasar.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.