Investasi Jakarta Masih Berpusat di Jaksel dan Jakpus

AKURAT.CO Konsentrasi investasi di Jakarta masih terpusat di Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat. Kedua wilayah tersebut mengumpulkan penanaman modal sebesar Rp165,4 triliun, atau sekitar 67 persen dari total realisasi investasi Jakarta yang mencapai Rp249,3 triliun sepanjang Januari-September 2026.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jakarta, Heru Hermawanto, mengatakan realisasi investasi tersebut menempatkan Jakarta sebagai provinsi dengan capaian tertinggi secara nasional.
Berdasarkan sebaran wilayah, Jakarta Selatan menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai Rp96,9 triliun atau 39 persen. Jakarta Pusat menyusul dengan Rp68,5 triliun atau 28 persen dari total investasi.
Baca Juga: Investasi Jakarta Tembus Rp173,6 Triliun, Sumbang 17,2 Persen Nasional
Sementara itu, Jakarta Utara mencatatkan investasi Rp32,2 triliun atau 13 persen, Jakarta Barat Rp28 triliun atau 11 persen, dan Jakarta Timur Rp23,4 triliun atau 9 persen. Adapun Kabupaten Kepulauan Seribu hanya menyumbang Rp291 miliar atau 0,1 persen.
Di tengah konsentrasi investasi tersebut, penanaman modal di Jakarta juga mencatatkan penyerapan 440.744 tenaga kerja selama sembilan bulan pertama 2026. Sebanyak 322.380 orang terserap melalui kegiatan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), sedangkan 118.364 orang lainnya melalui Penanaman Modal Asing (PMA).
"Penyerapan lebih dari 440 ribu tenaga kerja ini menunjukkan bahwa investasi memiliki peran penting dalam membuka kesempatan kerja dan menggerakkan aktivitas ekonomi," kata Heru dalam keterangan yang diterima, Rabu (4/11/2026).
Untuk itu, pemerintah daerah ingin memperluas dampak investasi agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat melalui pembukaan lapangan kerja dan penguatan aktivitas ekonomi.
"Inilah dampak investasi yang ingin terus kami dorong agar semakin luas dan berkelanjutan," ujarnya.
Baca Juga: Jakarta Ingin Masuk Top 20 Kota Global, Target PDRB Per Kapita Tembus Rp2,4 Miliar
Secara triwulanan, realisasi investasi Jakarta pada Triwulan III-2026 mencapai Rp75,7 triliun. Nilai tersebut terdiri atas PMDN sebesar Rp53,6 triliun dan PMA sebesar Rp22,1 triliun.
Berdasarkan sektor usaha, transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menjadi sektor dengan investasi terbesar, yakni Rp76,3 triliun atau 31 persen. Sektor jasa lainnya menyusul dengan Rp69,3 triliun atau 28 persen, sedangkan perdagangan dan reparasi mencapai Rp34,3 triliun atau 14 persen.
Adapun dari sisi negara asal investor asing, Singapura menempati posisi pertama dengan nilai investasi Rp37,9 triliun. Berikutnya China sebesar Rp12,9 triliun, Hongkong Rp7,6 triliun, Jepang Rp6,9 triliun, dan Korea Selatan Rp3,3 triliun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit








