Siap Dipenjara Bahkan Dibunuh, Sheikh Hasina Mantap Ingin Pulang ke Bangladesh Desember

AKURAT.CO Mantan Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina, berencana kembali ke negaranya pada Desember 2026 meskipun menghadapi ancaman hukuman mati atas kasus penindakan berdarah terhadap demonstran pada 2024. Hasina menegaskan keputusannya pulang dari pengasingan di India tidak berubah, meski berisiko ditangkap, dipenjara, bahkan dibunuh setibanya di Bangladesh.
Dalam wawancara melalui surat elektronik dengan The Associated Press (AP), Hasina mengatakan ingin menghabiskan sisa hidupnya di tengah rakyat Bangladesh. Dia mengaku siap menghadapi segala konsekuensi hukum dan politik atas kepulangannya setelah digulingkan melalui pemberontakan massal yang dipimpin mahasiswa pada Agustus 2024.
"Jika kematian memang menjadi takdir saya, saya lebih memilih meninggal di tanah air sendiri, di tengah rakyat saya," kata Hasina kepada AP. Dia menegaskan rencana kembali ke Bangladesh tetap seperti yang telah diumumkannya pada Agustus lalu.
Sheikh Hasina melarikan diri ke India setelah gelombang demonstrasi mahasiswa memaksanya meninggalkan kekuasaan. Sejak saat itu, mantan pemimpin Bangladesh yang menjabat selama 2009–2024 tersebut tinggal di India.
Namun, kepulangannya kini menghadapi persoalan serius. Pada 2025, sebuah tribunal khusus Bangladesh menjatuhkan hukuman mati kepada Hasina atas kejahatan terhadap kemanusiaan. Pengadilan menyatakan dia bertanggung jawab atas perintah penindakan aparat terhadap demonstran yang menewaskan ratusan orang dan melukai ribuan lainnya.
Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut jumlah korban tewas dalam penindakan tersebut mencapai hampir 1.400 orang. Hasina membantah melakukan pelanggaran dan menolak putusan tribunal. Dia juga mempertanyakan legitimasi proses persidangan yang menjatuhkan hukuman mati terhadap dirinya.
Pemerintah Bangladesh telah berulang kali meminta India mengekstradisi Hasina. Namun, New Delhi belum bersedia menyerahkan mantan perdana menteri tersebut.
Sheikh Hasina Siap Ditangkap jika Kembali ke Bangladesh
Dalam wawancara yang dijawab pada Rabu, Hasina tidak mengungkapkan bagaimana rencana perjalanan pulangnya dari India. Dia menyadari kepulangannya dapat langsung berujung pada penangkapan oleh otoritas Bangladesh.
"Saya tahu bahwa saya mungkin ditangkap ketika kembali. Saya mungkin dipenjara, disiksa, atau bahkan dibunuh. Saya sepenuhnya menyadari kemungkinan tersebut. Namun, saya tidak bisa menghabiskan sisa hidup dengan hanya menyaksikan penderitaan rakyat saya dari kejauhan," ujarnya.
Situasi politik Bangladesh berubah drastis setelah Hasina kehilangan kekuasaan. Peraih Nobel Perdamaian Muhammad Yunus kemudian memimpin pemerintahan sementara selama sekitar 18 bulan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit







