Prancis Pindahkan Pertemuan Menlu G7 dari Marseille ke Paris, Khawatir Kerusuhan?

AKURAT.CO Pemerintah Prancis memindahkan lokasi pertemuan Menteri Luar Negeri negara-negara G7 dari Marseille ke Paris yang dijadwalkan berlangsung pada 9-10 November 2026. Keputusan ini diambil karena alasan logistik dan operasional di tengah meningkatnya demonstrasi serta situasi keamanan di Prancis.
Informasi pemindahan lokasi pertemuan Menlu G7 tersebut terungkap melalui surat pemberitahuan kepada para peserta yang dilihat Reuters pada Kamis. Tiga diplomat juga mengonfirmasi perubahan lokasi tersebut. Pertemuan yang semula dijadwalkan berlangsung di Marseille akhirnya akan digelar di Paris pada Senin dan Selasa.
Dalam surat tersebut disebutkan bahwa perubahan lokasi terutama berkaitan dengan kebutuhan logistik dan operasional. Penyelenggaraan pertemuan G7 yang berdekatan dengan agenda Paris Peace Forum membuat pemerintah harus mengerahkan sumber daya manusia, peralatan, personel keamanan, akomodasi, serta transportasi dalam jumlah besar.
Dua diplomat mengatakan seluruh delegasi telah menerima pemberitahuan mengenai perubahan tersebut pada Rabu malam.
Pertemuan G7 dan Paris Peace Forum sebenarnya sudah dijadwalkan berlangsung pada tanggal yang sama sejak beberapa bulan sebelumnya. Namun, hingga awal pekan ini belum ada indikasi bahwa pemerintah Prancis akan mengubah lokasi pertemuan.
Demonstrasi di Prancis Bebani Aparat Keamanan
Perubahan lokasi pertemuan Menlu G7 juga berlangsung ketika aparat keamanan Prancis menghadapi tekanan akibat gelombang demonstrasi yang telah berlangsung sejak September.
Aksi protes yang awalnya digerakkan mahasiswa berkembang menjadi demonstrasi yang lebih luas. Unjuk rasa kembali dijadwalkan berlangsung pada Kamis, menambah beban aparat keamanan yang harus menjaga situasi tetap terkendali.
Pada 17 Oktober lalu, demonstrasi di sejumlah kota, termasuk Marseille, berakhir dengan kerusuhan besar. Aksi tersebut diwarnai penjarahan, bentrokan antara demonstran dan polisi, serta kerusakan di sejumlah lokasi.
Marseille menjadi salah satu kota yang mengalami kekerasan paling parah dalam rangkaian demonstrasi tersebut.
Kondisi keamanan ini menjadi salah satu latar belakang penting di tengah persiapan Prancis menyelenggarakan pertemuan diplomatik tingkat tinggi yang melibatkan negara-negara anggota G7.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit



