Akurat Logo

Serangan Siber Jaringan Supermarket di 9 Negara, Eropa Dalam Status Siaga Ancaman Sabotase Rantai Pasok Makanan

Fitra Iskandar | 3 November 2026, 20:51 WIB
Serangan Siber Jaringan Supermarket di 9 Negara, Eropa Dalam Status Siaga Ancaman Sabotase Rantai Pasok Makanan
Jaringan suparmarket di Eropa diterjang serangan siber - BBC

AKURAT.CO Serangan siber terhadap jaringan supermarket di sembilan negara Eropa menyebabkan sistem pendingin dan freezer mengalami gangguan hingga suhu mencapai 50 derajat Celsius. Insiden ini memicu kekhawatiran Uni Eropa terhadap ancaman sabotase rantai pasok makanan.

Serangan siber supermarket di Eropa tersebut dilaporkan terjadi di Belgia, Estonia, Finlandia, Irlandia, Italia, Luksemburg, Belanda, Portugal, dan Swedia pada Senin. Gangguan pada sistem pendingin membuat suhu lemari es dan freezer di sejumlah gerai meningkat drastis sehingga berbagai produk makanan terpaksa dibuang.

Dalam sejumlah kasus, suhu perangkat pendingin dilaporkan melonjak hingga 50 derajat Celsius. Kondisi tersebut menyebabkan kerugian bagi para peritel sekaligus memunculkan kekhawatiran mengenai keamanan distribusi pangan di kawasan Eropa.

Hingga kini, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas rangkaian serangan siber tersebut.

Uni Eropa menilai insiden ini sebagai ancaman serius terhadap rantai pasok makanan. Kekhawatiran semakin meningkat karena serangan tersebut terjadi hanya tiga minggu setelah serangan siber terhadap jaringan supermarket di Prancis mengganggu operasional hingga 700 gerai dan menyebabkan kerugian makanan senilai puluhan juta euro.

Komisaris Uni Eropa untuk Pangan dan Pertanian, Christophe Hansen, mengatakan pihaknya menangani insiden tersebut dengan sangat serius. Ia juga memperingatkan kemungkinan munculnya gangguan serupa pada masa mendatang.

Juru bicara Komisi Eropa, Thomas Regnier, tidak secara langsung menuding pihak tertentu sebagai pelaku. Namun, ia menegaskan serangan tersebut memperlihatkan bagaimana serangan siber dapat melumpuhkan layanan penting dan mengganggu kehidupan masyarakat sehari-hari.

"Insiden-insiden ini sekali lagi menunjukkan bagaimana serangan siber dapat mengganggu layanan esensial dan memengaruhi kehidupan sehari-hari warga," kata Regnier.

Menurut dia, serangan tersebut bukan kejadian yang berdiri sendiri. Negara-negara Eropa perlu meningkatkan ketahanan dan kesiapan menghadapi ancaman siber.

Belgia dan Italia Selidiki Serangan Siber

Belgia menjadi salah satu negara yang paling terdampak serangan siber supermarket tersebut. Puluhan gerai dilaporkan mengalami gangguan sistem pendingin, sehingga jaksa federal membuka penyelidikan untuk mengungkap penyebab dan pihak di balik serangan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.