Serangan Siber Jaringan Supermarket di 9 Negara, Eropa Dalam Status Siaga Ancaman Sabotase Rantai Pasok Makanan

AKURAT.CO Serangan siber terhadap jaringan supermarket di sembilan negara Eropa menyebabkan sistem pendingin dan freezer mengalami gangguan hingga suhu mencapai 50 derajat Celsius. Insiden ini memicu kekhawatiran Uni Eropa terhadap ancaman sabotase rantai pasok makanan.
Serangan siber supermarket di Eropa tersebut dilaporkan terjadi di Belgia, Estonia, Finlandia, Irlandia, Italia, Luksemburg, Belanda, Portugal, dan Swedia pada Senin. Gangguan pada sistem pendingin membuat suhu lemari es dan freezer di sejumlah gerai meningkat drastis sehingga berbagai produk makanan terpaksa dibuang.
Dalam sejumlah kasus, suhu perangkat pendingin dilaporkan melonjak hingga 50 derajat Celsius. Kondisi tersebut menyebabkan kerugian bagi para peritel sekaligus memunculkan kekhawatiran mengenai keamanan distribusi pangan di kawasan Eropa.
Hingga kini, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas rangkaian serangan siber tersebut.
Uni Eropa menilai insiden ini sebagai ancaman serius terhadap rantai pasok makanan. Kekhawatiran semakin meningkat karena serangan tersebut terjadi hanya tiga minggu setelah serangan siber terhadap jaringan supermarket di Prancis mengganggu operasional hingga 700 gerai dan menyebabkan kerugian makanan senilai puluhan juta euro.
Komisaris Uni Eropa untuk Pangan dan Pertanian, Christophe Hansen, mengatakan pihaknya menangani insiden tersebut dengan sangat serius. Ia juga memperingatkan kemungkinan munculnya gangguan serupa pada masa mendatang.
Juru bicara Komisi Eropa, Thomas Regnier, tidak secara langsung menuding pihak tertentu sebagai pelaku. Namun, ia menegaskan serangan tersebut memperlihatkan bagaimana serangan siber dapat melumpuhkan layanan penting dan mengganggu kehidupan masyarakat sehari-hari.
"Insiden-insiden ini sekali lagi menunjukkan bagaimana serangan siber dapat mengganggu layanan esensial dan memengaruhi kehidupan sehari-hari warga," kata Regnier.
Menurut dia, serangan tersebut bukan kejadian yang berdiri sendiri. Negara-negara Eropa perlu meningkatkan ketahanan dan kesiapan menghadapi ancaman siber.
Belgia dan Italia Selidiki Serangan Siber
Belgia menjadi salah satu negara yang paling terdampak serangan siber supermarket tersebut. Puluhan gerai dilaporkan mengalami gangguan sistem pendingin, sehingga jaksa federal membuka penyelidikan untuk mengungkap penyebab dan pihak di balik serangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 9Pemerintah Tegaskan Perekonomian Indonesia Masih Positif Jelang Akhir Tahun
- 10Ketua KPK Ingatkan Nusron Wahid Penuhi Panggilan Penyidik Tanpa Harus Dijemput Paksa








