Bom Bunuh Diri Guncang Aksi Damai di Pakistan, 14 Tewas Saat Demo Tolak Terorisme

AKURAT.CO Sedikitnya 14 orang tewas dan 24 lainnya terluka setelah seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan diri di tengah aksi unjuk rasa menentang kekerasan kelompok militan di Lembah Swat, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, Minggu (3/8/2026) waktu setempat.
Korban tewas didominasi warga sipil dan anggota kepolisian yang sedang mengamankan jalannya demonstrasi. Insiden ini menjadi salah satu serangan paling mematikan dalam beberapa pekan terakhir di wilayah barat laut Pakistan yang kembali dilanda gelombang aksi teror.
Bom Meledak Saat Orator Menyampaikan Pidato Terakhir
Ratusan warga berkumpul di persimpangan jalan dekat kantor polisi di Kota Kabal untuk mendesak pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap meningkatnya aktivitas kelompok militan di kawasan pegunungan sekitar.
Mereka menilai aparat justru lebih sering menindak warga sipil, sementara kelompok bersenjata masih bebas beroperasi dan bahkan mengunggah aktivitas mereka melalui media sosial.
Salah seorang orator dalam aksi tersebut sempat mengatakan bahwa masyarakat telah bertahun-tahun hidup dalam pertumpahan darah dan tidak ingin generasi berikutnya kembali menjadi korban konflik.
Ledakan terjadi tepat ketika pembicara terakhir masih berpidato.
Kepala Kepolisian Distrik Swat, Umar Khan, mengatakan pelaku sempat dihentikan petugas di pintu masuk kantor polisi untuk diperiksa. Namun, saat proses penggeledahan berlangsung, pelaku langsung meledakkan bahan peledak yang dibawanya.
Ledakan dahsyat itu menewaskan sedikitnya 14 orang di lokasi, sementara 24 korban lainnya mengalami luka-luka. Seluruh korban segera dievakuasi ke rumah sakit di Kota Saidu Sharif, dengan beberapa di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis.
Pemerintah Pakistan Kutuk Serangan
Aparat kepolisian langsung menutup lokasi kejadian dan memulai penyelidikan untuk mengungkap jaringan di balik aksi bom bunuh diri tersebut.
Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, mengecam keras serangan tersebut dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
Presiden Asif Ali Zardari serta Perdana Menteri Shehbaz Sharif juga mengutuk aksi teror tersebut dan memerintahkan seluruh korban luka mendapatkan perawatan medis terbaik.
Dalam pernyataannya, Presiden Zardari menegaskan bahwa para pelaku teror tidak akan berhasil menghancurkan perdamaian, persatuan nasional, maupun kewibawaan negara.
Kecurigaan Mengarah ke Taliban Pakistan
Hingga kini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Namun, aparat keamanan menduga aksi itu berkaitan dengan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) atau Taliban Pakistan, kelompok militan yang sejak 2007 melancarkan pemberontakan bersenjata terhadap pemerintah Pakistan.
Meski berbeda organisasi dengan Taliban yang kini memerintah Afghanistan, TTP diketahui memiliki hubungan ideologis dan kedekatan dengan kelompok tersebut.
Gelombang Teror Kembali Meningkat
Serangan bom bunuh diri ini terjadi di tengah lonjakan aksi kekerasan di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa.
Pada akhir Juli lalu, sebanyak 11 polisi tewas setelah pos pemeriksaan diserang drone bermuatan bahan peledak.
Beberapa hari sebelumnya, 27 tentara Pakistan juga meninggal dunia akibat serangan bom mobil. TTP mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Lembaga Pakistan Institute for Conflict and Security Studies (PICSS) mencatat sedikitnya 154 orang tewas akibat aksi teror di provinsi tersebut sepanjang bulan lalu, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya.
Swat Kembali Jadi Titik Panas
Lembah Swat pernah menjadi basis utama Taliban Pakistan setelah kelompok tersebut menguasai wilayah itu pada 2007 dan menerapkan interpretasi ketat terhadap hukum syariah.
Militer Pakistan berhasil merebut kembali wilayah tersebut melalui operasi besar pada 2009.
Swat juga dikenal sebagai lokasi penembakan terhadap peraih Nobel Perdamaian Malala Yousafzai pada 2012 ketika masih remaja karena memperjuangkan hak pendidikan bagi perempuan.
Sejak Taliban kembali berkuasa di Afghanistan pada 2021, sebagian besar pimpinan dan anggota TTP dilaporkan berlindung di wilayah Afghanistan.
Pakistan berulang kali menuduh pemerintah Taliban Afghanistan memberikan perlindungan kepada kelompok militan yang melancarkan serangan lintas batas. Namun, tuduhan tersebut terus dibantah Kabul.
Ketegangan antara kedua negara pun meningkat setelah Pakistan melakukan sejumlah serangan udara ke wilayah Afghanistan yang menurut pemerintah Afghanistan dan Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menewaskan puluhan warga sipil.
Sumber: Asia Today
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit








