Langkah Hormat di Tanah Leluhur, Brigjen Pardosi dan Para-Para Adat Papua

AKURAT.CO Di jantung Tanah Papua, di sebuah tempat sakral yang disebut Para-Para Adat, ruang suci tempat para tetua adat menyatukan suara dan menjaga pusaka nilai leluhur, Brigjen Marinir FJH Pardosi, Komandan Lantamal X Jayapura, datang dengan langkah penuh takzim.
Dia tidak hadir sebagai pejabat tinggi TNI Angkatan Laut semata tetapi sebagai putra bangsa yang kembali menyapa akar budayanya.
Kehadirannya disambut hangat, bukan dengan protokoler militer, melainkan dengan sapaan adat dan jamuan sagu bakar, kuliner khas yang dalam budaya Papua bukan sekadar pangan melainkan simbol penerimaan, penghormatan dan persaudaraan sejati.
Baca Juga: BKSAP DPR Tegas di Forum Internasional: Isu HAM Papua Tak Layak Dijadikan Propaganda
Di tengah suasana yang penuh nuansa kebersamaan itu, hadir pula sosok-sosok penting Papua seperti George Arnold Awie, Ondoafi Besar Port Numbay dan Ketua LMA, yang menyambut tamunya dengan penuh wibawa dan keramahan adat.
Kemudian ada Laus Rumayom, S.Sos., dosen dan pengamat kebijakan Papua, yang dengan setia terus mengawal arah pembangunan tanah kelahirannya serta Melly Aiwui, Kepala BPBD Provinsi Papua, yang menebar semangat perlindungan dan kesiapsiagaan untuk rakyatnya.
Bagi Brigjen Pardosi, momen itu bukan sekadar kunjungan melainkan peneguhan nilai.
Baca Juga: Menkes Targetkan Indonesia Bebas Malaria pada 2030: Fokus Papua dan Kerja Sama Lintas Negara
Di hadapan para tetua dan tokoh adat, dia menyampaikan bahwa kehadiran TNI tidak semata untuk menjaga batas wilayah tetapi juga merawat nilai-nilai, menjaga kedekatan dengan rakyat dan menguatkan rasa sebagai satu saudara sebangsa.
"Saya datang bukan membawa titah melainkan membawa niat baik dan penghormatan. TNI lahir dari rahim rakyat dan kembali untuk rakyat. Papua bukan hanya bagian dari Indonesia, Papua adalah saudara kami," tuturnya, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (25/6/2025).
Percakapan mengalir dalam suasana santai namun bermakna. Gelak tawa dan pesan kebangsaan silih berganti, memperkuat ikatan batin yang tumbuh dari kesederhanaan dan keterbukaan.
Baca Juga: Perkuat Pembumian Pancasila di Papua, BPIP Jalin Kerja Sama dengan Universitas Musamus
Di sana, sagu bakar bukan sekadar suguhan tetapi jembatan yang menyambung hati dan rasa percaya.
Menjelang akhir kunjungannya, Brigjen Pardosi berdiri sejenak memandangi langit Papua.
Di balik senyumnya, tersimpan sebuah janji dalam hati untuk terus hadir, menjaga harmoni dan merawat persaudaraan yang telah disemai di bawah naungan adat dan langit yang sama.
Baca Juga: Kata Jubir PDIP Soal Kabar Tambang Nikel Papua Terafiliasi Partainya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit





