Di Balik Jembatan Darurat Aceh, TNI Kerja Tanpa Hitung Anggaran

AKURAT.CO Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) sekaligus Kepala Satgas Jembatan Pemulihan Bencana Sumatra, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, mengungkap perjuangan “di balik layar” dalam memulihkan akses transportasi di wilayah terdampak bencana di Aceh.
Upaya tersebut dilakukan untuk menyambung kembali nadi perekonomian masyarakat yang terputus akibat rusaknya infrastruktur.
Maruli mengatakan, kebutuhan pembangunan jembatan darurat sangat mendesak. Di tengah keterbatasan prosedur anggaran, Satgas terpaksa memobilisasi stok jembatan dari berbagai daerah, bahkan hingga luar negeri.
Saat ini, sebanyak 22 jembatan Bailey telah dikerahkan oleh TNI, ditambah 14 unit dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Jumlah tersebut masih akan terus bertambah seiring hasil survei lapangan yang bersifat dinamis.
“Kami mengumpulkan semua jembatan Bailey se-Pulau Jawa. Bahkan dari Kalimantan Timur dikirim ke Jakarta, baru kemudian ke sasaran. Stok di pabrik-pabrik Armco (pipa baja bergelombang) juga kami borong habis,” ujar Maruli dalam rapat koordinasi pemulihan bencana bersama pimpinan DPR RI secara daring, Selasa (30/12/2025).
Berdasarkan hasil survei Satgas, terdapat tiga jenis konstruksi jembatan yang menjadi fokus utama. Pertama, jembatan Bailey untuk bentang menengah yang membutuhkan daya dukung beban tinggi.
Kedua, jembatan Armco sebagai solusi cepat untuk ruas jalan yang terbelah aliran air.
Ketiga, jembatan gantung (perintis) untuk membuka akses warga di daerah terpencil, yang jumlah kebutuhannya diperkirakan mencapai ratusan titik di Aceh.
Baca Juga: Sekolah di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera Mulai Belajar 5 Januari 2026
Namun demikian, Maruli mengakui bahwa kendala birokrasi keuangan menjadi tantangan tersendiri. Satgas yang dipimpinnya harus bekerja secara swadaya, bahkan hingga berutang kepada pabrik penyedia material.
“Sampai saat ini kami belum mengerti sistem keuangannya, Pak. Kita swadaya semua. Sampai pertengahan bulan depan mungkin masih kuat, setelah itu ya sudah ‘korek-korek’ sendiri,” ujarnya.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Maruli menegaskan bahwa hal tersebut tidak akan menghentikan pengerjaan di lapangan. Prioritas utama, kata dia, adalah memastikan prajurit dapat terus bekerja dan logistik tetap tersalurkan.
“Bagi tentara, anak-anak dikasih makan saja untuk kerja itu sudah bagus sekali. Kami tidak berhenti, Pak Gubernur, Pak Bupati. Kami kerja siang malam di sana,” tambahnya.
Selain persoalan anggaran, hambatan logistik juga menjadi kendala nyata. Pengiriman material dari Jakarta ke pelabuhan di Aceh kerap terhambat di jalur darat hingga memakan waktu sekitar satu pekan.
Di sisi lain, ketersediaan stok material di lapangan juga semakin menipis.
“Kondisi lapangan sering berubah. Ada yang awalnya direncanakan pakai Bailey, ternyata lebar sungainya bertambah sehingga harus dihitung ulang. Tapi saya meyakini, dengan tim yang ada, permasalahan jembatan ini bisa kita selesaikan beberapa bulan ke depan,” katanya.
Maruli menambahkan, hasil diskusinya dengan Menteri Pekerjaan Umum menunjukkan, Provinsi Aceh membutuhkan banyak jembatan gantung, yang pengerjaannya memerlukan pembentukan lebih banyak tim agar proses pembangunan dapat dipercepat.
“Mudah-mudahan kalau tim-tim kita bisa dibentuk lebih banyak, beberapa bulan ke depan permasalahan jembatan-jembatan ini bisa kita selesaikan,” tegasnya.
Baca Juga: Direktorat PAI Teguhkan Pendidikan Agama Islam sebagai Investasi Peradaban Bangsa Sepanjang 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 4Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo









