Regulasi Koperasi Dikecam, Pemerintah Dinilai Abaikan Peran Sebagai Regulator

AKURAT.CO Pemerintah diminta tidak mencampuri pembentukan koperasi secara langsung dan lebih fokus pada perannya sebagai regulator.
Hal ini disampaikan Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES), Suroto, yang juga Direktur Cooperative Research Center (CRC) Institut Teknologi Keling Kumang.
Suroto menegaskan, peran ideal pemerintah adalah menciptakan regulasi dan lingkungan yang kondusif bagi koperasi untuk tumbuh secara mandiri. Namun, menurutnya, hal ini belum dijalankan secara optimal.
“Sampai hari ini, kita masih menggunakan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 yang dinilai sangat buruk oleh pakar hukum koperasi internasional,” kata Suroto.
Lebih lanjut dirinya menambahkan, setelah pembatalan UU No. 17 Tahun 2012 oleh Mahkamah Konstitusi, hingga kini belum ada UU baru yang lebih progresif dan relevan.
Baca Juga: Pembentukan Kopdes di Kaur Terkendala Jalan Rusak dan Tak Ada Listrik, Mendes Siap Cari Solusi
Bahkan, dalam banyak regulasi perekonomian dan kemasyarakatan, posisi koperasi masih dianggap subordinat.
“Diskriminasi masih terjadi dalam berbagai UU seperti UU BUMN, UU Rumah Sakit, hingga UU Penanaman Modal. Koperasi seringkali tidak diakui atau bahkan dieliminasi dari sistem,” ujarnya.
Situasi ini, menurut Suroto, semakin memperparah pemahaman masyarakat terhadap koperasi.
“Banyak yang salah kaprah, menganggap koperasi sebagai bagian dari perangkat pemerintah atau birokrasi desa, padahal koperasi adalah badan usaha milik anggota, bukan milik negara,” jelasnya.
Ia menekankan, bila pemerintah serius ingin mengembangkan koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat, maka yang dibutuhkan adalah reformasi regulasi yang berpihak dan pelibatan masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan.
Baca Juga: Kemendagri: Kopdes Karamatwangi Siap Jadi Percontohan Nasional
“Alih-alih membentuk koperasi dari atas, seharusnya negara membangun infrastruktur hukum dan kebijakan yang adil dan nondiskriminatif,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6Saran Meningkatkan Kualitas dan Pemanfaatan Buku Teks dalam Pembelajaran
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon







