Guti Tak Setuju Harry Kane Menang Ballon D'Or, Sebut Adanya 'Kebetulan London'

AKURAT.CO, Ballon D’Or 2026 kini telah resmi menjadi milik Kylian Mbappe. Namun, tak semua pihak setuju dengan keputusan tersebut. Salah satunya adalah legenda Real Madrid, Guti.
Guti merasa Harry Kane tidak layak memenangi Ballon D’Or jika dibandingkan dengan dua kandidat lain yang dikalahkannya, Kylian Mbappe dan Lamine Yamal.
Guti bahkan menduga ada “kesengajaan kebetulan” untuk memenangi Harry Kane karena malam penghargaan digelar di ibukota Inggris, London, sementara sang pemenang adalah putra daerah setempat.
“Sangat kebetulan mereka menggelar Ballon D’Or ke-70 di London dan seseorang dari London memenanginya. Sangat kebetulan, bukan? Itu kebetulan yang luar biasa. Lamine dan Mbappe lebih pantas,” kata Guti dipetik dari AS.
“Lihat saja wajah Kane ketika namanya disebut (sebagai pemenang). Dia berpikir Lamine dan Mbappe mengungguli dia. Anda tidak akan menampilkan wajahseperti itu jika Anda memenangi Ballon D’Or dan dan merasa Anda layak. Dia bahkan tidak tahu bagaimana merapikan jasnya.”
Baca Juga: Harry Kane Raih Ballon D'Or 2026! Wakil Inggris Pertama dalam 25 Tahun
Kontroversi kemenangan Kane sejatinya sudah bisa diprediksi. Pasalnya, tak ada yang dominan dalam pemilihan Ballon D’Or tahun ini. Tiga kandidat teratas punya keunggulan masing-masing.
Kane dipertimbangkan karena rekor gol bersama Bayern Munchen musim lalu, Kylian Mbappe karena menjadi pencetak gol terbanyak di La Liga bersama Real Madrid dan Piala Dunia 2026 bersama Tim Nasional Prancis, sementara Lamine Yamal karena membawa Spanyol juara Piala Dunia serta juara La Liga bersama Barcelona.
Pemimpin Redaksi Majalah France Football yang merupakan penyelenggara Ballon D’Or, Vincent Garcia, mengatakan bahwa selisih kemenangan Kane dengan Mbappe yang berada di posisi kedua sangat tipis. Bahkan lebih tipis dari Rodri yang mengalahkan Vinicius Junior pada 2024.
Eks pemain Tim Nasional Prancis, Samir Nasri, sependapat dengan Guti. Menurutnya, Kane tidak pantas menang Ballon D’Or tahun ini karena tidak membawa timnya memenangi gelar yang penting.
“Harry Kane, Ballon D’Or, oke, statistik membedakan dan dia adalah seorang pemain hebat. Tetapi dia tidak membawa timnya memenangi sesuatu yang penting, tidak pula menentukan di pertandingan-pertandingan yang benar-benar penting,” kata Samir Nasri.
Kemenangan Harry Kane di Ballon D’Or 2026 juga memutus absennya wakil Inggris selama 25 tahun di podium penghargaan individual tersebut sejak Michael Owen pada 2001.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6Saran Meningkatkan Kualitas dan Pemanfaatan Buku Teks dalam Pembelajaran
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon



