Cak Imin Luruskan Pernyataan Soal Alfamart–Indomaret: Ini Evaluasi, Bukan Permusuhan

AKURAT.CO Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar, meluruskan pernyataannya yang sempat menyebut bahwa keberadaan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret “membunuh UMKM”.
Muhaimin atau akrab disapa Cak Imin menegaskan, ucapannya tersebut bukan bentuk penyerangan terhadap ritel besar, melainkan bagian dari evaluasi internal pemerintah untuk memperkuat daya saing pelaku usaha kecil.
“Pernyataan saya itu dalam konteks evaluasi dua sisi. Pertama, evaluasi internal kepada jajaran pemerintah dan UMKM agar kita berbenah menghadapi raksasa besar seperti Indomaret dan Alfamart, mulai dari regulasi hingga peningkatan produktivitas,” ujar Cak Imin dalam konferensi pers usai pertemuan dengan puluhan pemimpin redaksi media di Jakarta, Jumat (31/10/2025).
Ia menambahkan, sisi kedua dari pernyataannya adalah ajakan kolaborasi kepada jaringan ritel besar agar memberikan ruang bagi produk lokal di tiap daerah.
“Kita tidak memusuhi Indomaret dan Alfamart. Justru kita ingin mereka berkolaborasi dengan UMKM lokal. Misalnya di kota tertentu, ada produk daerah yang bisa masuk ke rak-rak mereka. Itu yang saya maksud,” jelasnya.
Baca Juga: Garuda Cari Nahkoda
Cak Imin mengakui bahwa sejumlah ritel sudah mulai memberi ruang bagi produk UMKM, namun skalanya masih terbatas.
Karena itu, pemerintah akan mendorong peningkatan kualitas dan mutu UMKM lokal agar lebih siap bersaing dan mampu memenuhi standar ritel modern.
“Transformasi ini penting. UMKM harus dibantu memperbaiki kualitas produk, sementara pemerintah memperkuat regulasi dan kemitraan yang adil,” ujarnya.
Sebelumnya, dalam acara “Satu Tahun Pemberdayaan Masyarakat: Langkah Awal Transformasi Bangsa” di Jakarta, Selasa (28/10/2025), Cak Imin menyebut keberadaan minimarket yang menjamur hingga pelosok desa dapat menjadi ancaman bagi ekonomi rakyat.
Menurutnya, ekspansi ritel besar berpotensi menekan ruang tumbuh pelaku usaha kecil.
Karena itu, ia mengapresiasi langkah sejumlah kepala daerah yang telah membuat peraturan daerah (perda) untuk menjaga keseimbangan ekosistem usaha lokal.
“Banyak bupati membuat perda-perda sebagai langkah menghadapi gurita bisnis dari hilir ke hulu, dan itu patut diapresiasi,” ucapnya.
Sebagai solusi jangka panjang, Cak Imin mempromosikan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai upaya membangun ekosistem ekonomi baru yang berakar di desa.
“Program Koperasi Desa ini membawa harapan baru agar negara benar-benar hadir membangun kekuatan ekonomi dari bawah. Desa harus jadi motor ekonomi baru,” pungkasnya.
Baca Juga: Tes Psikologi: Pilih Serigala Terkuat dan Temukan Aspek Kunci Karakter Anda
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit







