Akurat Logo

PLN Jalin Kerja Sama dengan Australia, Perkuat Sistem Ketenagalistrikan

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 3 November 2026, 20:03 WIB
PLN Jalin Kerja Sama dengan Australia, Perkuat Sistem Ketenagalistrikan
Wakil Direktur Utama PLN, Yusuf Didi Setiarto

AKURAT.CO PT PLN (Persero) memperkuat kemitraan strategis dengan Pemerintah Australia melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk memperluas kerja sama di bidang transisi energi, pengembangan sumber daya manusia, teknologi, serta pembiayaan dan investasi.

Wakil Direktur Utama PLN, Yusuf Didi Setiarto, mengatakan kemitraan ini membuka peluang bagi PLN untuk mengakses pengetahuan, teknologi, dan dukungan pembiayaan guna mempercepat transformasi dari penyedia listrik (electricity provider) menjadi penyedia solusi energi (energy solution provider.

“Kami berharap kemitraan ini terus berkembang untuk memperkuat kapabilitas PLN dalam menjawab tantangan transisi energi dan menyiapkan pemimpin masa depan di sektor ketenagalistrikan,” kata Didi, Selasa (3/11/2026).

Baca Juga: Ramai Warganet Keluhkan Tagihan Listrik Naik, PLN Tegaskan Tarif Listrik Tak Alami Kenaikan

Sebagai tindak lanjut MoU, PLN dan Pemerintah Australia mengembangkan program-program kolaborasi yang mencakup penguatan infrastruktur ketenagalistrikan dan pembiayaan strategis, pengembangan teknologi, peningkatan kapasitas menghadapi risiko perubahan iklim, dan pengembangan sumber daya manusia.

Dalam penguatan infrastruktur, kedua pihak menjajaki dukungan pembiayaan dari Export Finance Australia (EFA) untuk proyek Eastern Java & Bali Grid Strengthening guna meningkatkan keandalan jaringan dan pasokan listrik di Jawa Timur dan Bali. Proyek ini diarahkan untuk memperkuat jaringan ketenagalistrikan di Jawa Timur dan Bali melalui pembangunan dan peningkatan infrastruktur transmisi, gardu induk, serta jaringan distribusi.

Selain infrastruktur, kerja sama teknis kedua negara juga membuka peluang pengembangan teknologi untuk memperkuat fleksibilitas sistem ketenagalistrikan. PLN menjajaki kolaborasi dengan lembaga riset dan instansi pemerintah Australia, antara lain Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO) serta Department of Climate, Environment and Water.

Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan fleksibilitas jaringan, Battery Energy Storage System (BESS), serta fleksibilitas operasi pembangkit. Ketiga aspek ini menjadi penting untuk meningkatkan kemampuan sistem dalam mengintegrasikan pasokan listrik dari pembangkit EBT yang memiliki karakteristik produksi bergantung pada kondisi alam.

PLN juga memperkuat kesiapan sistem ketenagalistrikan dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Bersama Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (Department of Foreign Affairs and Trade), PLN menjalankan program Capacity Building Skenario Iklim dan Ketahanan Sistem untuk meningkatkan kapasitas pengambilan keputusan berbasis skenario iklim (climate-informed decision-making).

Di bidang pengembangan SDM, PLN bersama Pemerintah Australia melalui program Australia-Indonesia Climate and Sustainable Infrastructure Partnership (KINETIK) menyusun Three-Year Human Capital Development Roadmap periode 2027–2030.

Peta jalan ini diselaraskan dengan target Net Zero Emissions (NZE), prioritas Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), serta prinsip Just Energy Transition.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.