Pertamina Dorong Ekonomi Desa Lewat Program Energi Berdikari

AKURAT.CO PT Pertamina (Persero) terus mendorong pemanfaatan potensi energi lokal untuk menciptakan masyarakat yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan. Salah satunya melalui program Desa Energi Berdikari (DEB).
VP CSR & SMEPP Management Pertamina, Rudi Ariffianto, menjelaskan bahwa Program Desa Energi Berdikari dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan berbasis potensi sumber daya lokal, baik dari sisi energi maupun sumber daya ekonomi masyarakat.
Menurutnya, pengembangan Desa Energi Berdikari (DEB) tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur energi terbarukan, tetapi diarahkan untuk membangun ekosistem pemberdayaan yang mampu meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan ketahanan masyarakat desa.
Baca Juga: Ampas Kopi Jadi Produk Bernilai Ekonomi, Pertamina Dampingi Usaha Rumah Berdaya
“Ujungnya adalah kita harus mendengar. Tahapan pertama dari delapan pilar CID adalah saling berdiskusi secara mendalam. Melalui social mapping, kita mendengarkan apa yang menjadi kebutuhan, kekurangan, dan harapan masyarakat,” kata Rudi DETalk: Desa Berdaya, Energi Terjaga: Cetak Biru Transisi Energi Masa Depan, Senin (2/11/2026).
Hingga 2026, Pertamina telah mengembangkan sekitar 310 Desa Energi Berdikari di berbagai wilayah Indonesia, dengan sekitar 60% di antaranya berada di luar Pulau Jawa. Pertamina menargetkan target cukup masif dalam pengembangan DEB yang ditargetkan bisa mencapai 732 desa hingga 2030.
Program tersebut memanfaatkan berbagai sumber energi terbarukan sesuai potensi lokal, mulai dari tenaga surya, biogas, mikrohidro, biodiesel, hingga pembangkit listrik hibrida.
Dari pengembangan tersebut, kapasitas pembangkitan energi terbarukan DEB telah mencapai sekitar 1,5 MWp, dengan produksi biogas sekitar 973 ribu meter kubik.
Baca Juga: Cek Harga BBM Pertamina November 2026: Pertalite, Pertamax hingga Dexlite
Sebanyak 223 local hero juga telah memperoleh sertifikasi keahlian sebagai Junior Operator untuk mendukung pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas energi terbarukan di wilayah masing-masing.
Dampak ekonomi program juga terus berkembang. Secara kumulatif, DEB telah menghasilkan nilai tambah ekonomi sekitar Rp26 miliar per tahun dan memberikan manfaat kepada sekitar 283 ribu orang, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Di sektor ketahanan pangan, sebanyak 166 desa telah mengembangkan program berbasis pertanian dan pangan. Pengembangan tersebut menghasilkan sekitar 21 ribu ton beras dan 5 ribu ton komoditas pangan nonberas per satu kali panen dari sekitar 2.000 hektare lahan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November








