Produksi Emas Pani MDKA Melonjak 69 Persen, Bidik 700.000 Ons per Tahun

AKURAT.CO PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatatkan kinerja operasional yang solid pada kuartal ketiga tahun 2026.
Produk nikel tetap menjadi penyumbang terbesar terhadap total penjualan produk yang dilaporkan sepanjang kuartal tersebut, sementara emas, tembaga, dan asam sulfat semakin mendiversifikasi basis operasi Grup.
Perseroan mencatatkan penjualan produk sebesar USD817,3 juta di seluruh portofolio komoditasnya sepanjang kuartal tersebut, yang utamanya ditopang oleh Nickel Pig Iron (NPI), bijih limonit, dan High Grade Nickel Matte (HGNM).
Baca Juga: MDKA Gelontorkan Rp54,75 Miliar untuk Eksplorasi, Tujuh Bukit Jadi Andalan
Sektor emas turut menyumbang pendapatan sebesar USD72,9 juta, dengan total produksi gabungan dari Tambang Emas Pani dan Tambang Emas Tujuh Bukit mencapai 50.142 ons, yang terus memperkuat posisinya sebagai mesin pertumbuhan MDKA selanjutnya.
Di samping itu, asam sulfat dari operasi Acid Iron Metal (AIM) semakin mendiversifikasi bauran penjualan Grup.
“Kuartal ketiga ini mencerminkan semakin solidnya portofolio Perseroan. Operasi nikel kami terus berkembang, Tambang Emas Pani kembali mencetak pertumbuhan produksi kuartalan yang kuat, dan bisnis hilirisasi kami mulai memberikan kontribusi dari rentang produk yang lebih luas,” kata Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk, Albert Saputro, Senin (2/11/2026).
Pada sembilan bulan 2026, produksi emas tetap menjadi pilar pertumbuhan yang penting bagi MDKA. Tambang Emas Pani memproduksi 26.331 ons emas pada kuartal ketiga, melesat 69% dari kuartal sebelumnya seiring dengan terus dipacunya peningkatan kapasitas (ramp-up) operasi pelindian tumpukan (heap-leach).
Baca Juga: MDKA Tambah Sumber Daya Gua Macan 25 Persen, Kandungan Emas Capai 2 Juta Ons
Selaras dengan Pani, Tambang Emas Tujuh Bukit memproduksi 23.811 ons emas sepanjang kuartal ini dan terus melanjutkan inisiatif eksplorasi serta optimalisasi operasional yang bertujuan untuk memperpanjang umur tambang.
Hasil eksplorasi di Tujuh Bukit telah memperpanjang umur tambang saat ini setidaknya hingga tahun 2033. Sementara itu, operasi nikel masih menjadi penopang utama kinerja MDKA.
Portolio Perseroan di Sulawesi mencatatkan rekor produksi bijih nikel kuartalan tertingginya, dengan produksi saprolit melonjak 68% secara tahunan (year-on-year) menjadi 3,3 juta wet metric tonnes (wmt) dan produksi limonit meningkat 62% menjadi 9,0 juta wmt.
Produksi NPI juga meningkat menjadi 20.553 ton kandungan nikel, sementara produksi HGNM mencapai 9.436 ton selama kuartal ini. NPI, limonit, dan HGNM tercatat sebagai kontributor penjualan terbesar Grup pada kuartal ketiga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November








