Kemendag Bidik Investasi Baru Lewat Perluasan Pasar Ekspor

AKURAT.CO Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong perluasan pasar ekspor Indonesia tidak hanya untuk meningkatkan perdagangan, tetapi juga menjadi pintu masuk investasi baru yang berorientasi ekspor.
Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso mengatakan, semakin luas akses pasar bagi produk Indonesia, semakin besar pula peluang Indonesia menjadi basis produksi sekaligus bagian dari rantai pasok global.
Menurutnya, kepastian akses pasar melalui perjanjian dagang dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi investor dalam menanamkan modal.
"Perjanjian dagang tidak hanya memperlancar perdagangan, tetapi juga memungkinkan investasi. Jika perdagangan berjalan dengan baik, investasi akan mengikuti," ujar Budi dalam pembukaan Asian Trade, Tourism, and Economics Council (ATTEC) Global Investment Forum di Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Baca Juga: Kemendag Usul Tambahan Anggaran Rp1,86 Triliun untuk 2027
Budi mengatakan penguatan hubungan perdagangan dan investasi dapat dilakukan melalui berbagai forum bisnis yang mempertemukan pelaku usaha, mitra dagang, dan investor.
Pertemuan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kerja sama perdagangan, tetapi turut menghasilkan investasi yang mendukung peningkatan kapasitas produksi di dalam negeri.
"Melalui forum bisnis seperti ini, kita berharap dapat memperkuat kerja sama perdagangan sekaligus mendorong realisasi investasi," katanya.
Saat ini, Indonesia telah memiliki 25 perjanjian perdagangan yang telah diimplementasikan. Selain itu, terdapat dua perjanjian perdagangan yang masih dalam proses ratifikasi dan 13 perjanjian lainnya masih dalam tahap negosiasi.
Menurut Budi, perjanjian perdagangan dengan negara mitra menjadi instrumen untuk memperluas akses pasar sekaligus memberikan kepastian bagi dunia usaha.
Baca Juga: Perdagangan RI-Malaysia Tumbuh 21 Persen, Kemendag Genjot Transaksi di Perbatasan Entikong-Tedebu
Kepastian tersebut diharapkan dapat mendorong pelaku usaha meningkatkan kapasitas perdagangan dan investasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November










