Impor Migas AS Senilai Rp253 Triliun, Ekonom Wanti-Wanti Harga Naik

AKURAT.CO Rencana Indonesia mengimpor minyak dan gas (migas) dari Amerika Serikat senilai USD15 miliar atau sekitar Rp253 triliun berpotensi membuat harga energi domestik meningkat.
Adapun, impor tersebut merupakan salah satu poin perjanjian perdagangan resiprokal antara Indonesia dan AS yang ditandatangani pada Jumat (20/2/2026).
Dalam dokumen tersebut, total USD15 miliar meliputi pembelian LPG senilai USD3,5 miliar, impor minyak mentah sebesar USD4,5 miliar, serta pembelian bensin atau BBM senilai USD7 miliar.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak akan menambah total volume impor migas Indonesia. Pemerintah hanya akan menggeser sebagian sumber pasokan dari negara lain sebagai strategi penyeimbangan neraca perdagangan.
Baca Juga: Tegas Dukung Impor Migas dari AS, Bahlil ke Pertamina: Enggak Ada Alasan
Namun, Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal menilai, relokasi sumber impor berpotensi meningkatkan nilai impor secara keseluruhan apabila harga dari AS lebih tinggi dibandingkan negara pemasok sebelumnya.
Faisal menjelaskan, berdasarkan data perdagangan minyak olahan non-crude, Indonesia selama ini banyak mengimpor dari Singapura, Malaysia, China, Arab Saudi, dan India dengan kisaran harga di level USD700-an per metrik ton.
Sementara itu, kata Faisal untuk harga rata-rata impor dari AS tercatat jauh lebih tinggi, sekitar USD1.965. “Jadi kemungkinan besar kalau memang ada pengalihan dari negara asal, volumenya tidak berubah yang kita impor, sangat mungkin nilai yang kita impor dalam USD lebih besar, lebih mahal,” kata Faisal kepada Akurat, Selasa (24/2/2026).
Di sisi lain, untuk minyak mentah (crude), Faisal menilai perbedaannya tidak sejauh minyak olahan. Indonesia selama ini mengimpor crude dari Nigeria, Arab Saudi, Angola, Gabon, Australia, serta sebagian dari AS.
Harga crude dari AS rata-rata sekitar USD645, relatif bersaing meski masih lebih tinggi dibandingkan beberapa negara Afrika yang berada di bawah USD600. “Jadi artinya sama, kalau kita impor untuk impor crued juga sama, bahwa kita akan secara volume bisa tetap, tapi volume nilainya lebih mahal,” ujarnya.
Sementara itu, praktisi migas Hadi Ismoyo menilai kebijakan tersebut tidak terlepas dari agenda besar negosiasi tarif perdagangan dengan AS. Menurutnya, pengalihan impor hanya mencakup sebagian kebutuhan energi, sedangkan pasokan dari sumber tradisional seperti Singapura dan Timur Tengah tetap dipertahankan.
Hadi mengingatkan adanya potensi kenaikan biaya logistik karena jarak pengiriman dari AS lebih jauh. “Desparitas harga yg terjadi untuk sementara ditanggung Pertamina setelah itu akan di bicarakan dengan Pemerintah mekanismenya, apakah dibebankan konsumen atau ditanggung Pemerintah,” ucap Hadi.
Meski demikian, ia meyakini pemerintah telah mempertimbangkan langkah tersebut secara matang, terutama dalam konteks menjaga hubungan dagang dan melindungi jutaan pekerja yang produknya berorientasi ekspor ke pasar AS. “Tidak ada pilihan yang mudah memang, namun melindungi pekerja dan buruh adalah tugas negara,” tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai









