Lewat Kemitraan dengan Perusahaan Besar, Rosan Dorong 20 Juta UMKM Naik Kelas

AKURAT.CO Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani berharap, jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia semakin berkurang.
Namun, penurunan tersebut bukan karena pelaku usaha gulung tikar, melainkan semakin banyak UMKM yang berkembang menjadi usaha menengah hingga besar.
Rosan mengatakan pemerintah perlu mengubah cara pandang dalam melihat perkembangan UMKM. Menurutnya, keberhasilan pengembangan sektor tersebut tidak semata-mata diukur dari banyaknya jumlah unit usaha, tetapi juga dari kemampuan pelaku usaha untuk meningkatkan skala bisnisnya.
Baca Juga: Pemerintah Salurkan Rp2.440 Triliun Kredit Program, 900 Ribu UMKM Naik Kelas
"Saya pengennya UMKM di Indonesia itu makin berkurang. Makin sedikit. Karena kalau jadi UMKM terus, kapan naik kelasnya?" kata Rosan dikutip dari YouTube KADIN, Sabtu (31/10/2026).
Rosan mencontohkan, apabila jumlah UMKM saat ini berada di kisaran 60 juta unit usaha, pemerintah diharapkan mampu mendorong angka tersebut turun menjadi 50 juta pada tahun berikutnya dan 40 juta pada tahun selanjutnya.
Rosan menegaskan, penurunan jumlah tersebut diharapkan terjadi karena semakin banyak pelaku usaha yang berhasil mengembangkan bisnisnya. Dengan begitu, pelaku UMKM tidak terus berada pada skala usaha yang sama, tetapi mampu tumbuh menjadi perusahaan yang lebih besar.
Menurutnya, peningkatan skala usaha juga penting untuk memperkuat daya saing pelaku usaha nasional. Dengan kapasitas bisnis yang semakin berkembang, UMKM diharapkan dapat terlibat lebih jauh dalam rantai pasok global.
Salah satu upaya yang ditekankan Rosan adalah memperkuat kemitraan antara perusahaan besar dan UMKM.
Dirinya menilai pengusaha besar memiliki peran dalam membantu pelaku usaha kecil meningkatkan kapasitas, memperluas pasar, hingga mengembangkan kegiatan bisnisnya.
Rosan mengatakan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM telah menjalankan program kemitraan dengan UMKM di berbagai daerah. Tercatat sekitar 1.000 UMKM telah mengikuti program tersebut dengan nilai kemitraan mencapai sekitar Rp20 triliun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







