Siapakah Demonstran Gen Z di Jerman, Kenapa Turun ke Jalan dan Apa Tuntutannya?

AKURAT.CO Gelombang protes dan perlawanan di kalangan anak muda mulai berkembang di Jerman. Setelah serangkaian aksi pemblokiran di sejumlah sekolah menengah, anggota Generasi Z atau kelompok usia 14 hingga 30 tahun turun ke jalan pada Sabtu.
Aksi demonstrasi tersebut digagas oleh inisiatif baru bernama Gen Z regelt (Gen Z Mengambil Kendali). Mereka menyerukan demonstrasi di Gerbang Brandenburg, Berlin, salah satu landmark bersejarah Jerman.
Menurut informasi di situs resmi kelompok tersebut, lebih dari 154.000 orang telah mendaftarkan diri untuk mengikuti aksi tersebut. Demonstrasi serupa juga direncanakan berlangsung di 30 kota lainnya di Jerman.
Para demonstran menolak pemangkasan anggaran pendidikan dan layanan sosial, serta rencana pemberlakuan wajib militer.
"Kami adalah anak-anak muda yang tidak lagi bersedia hanya berdiri dan menyaksikan keputusan tentang masa depan kami dibuat tanpa mendengarkan suara kami," demikian pernyataan kelompok tersebut di situs resminya.
Mereka menuntut kebijakan pemerintah yang lebih banyak mengalokasikan anggaran untuk pendidikan, jaminan sosial, layanan kesehatan, perlindungan iklim, dan biaya hidup yang terjangkau.
Menurut mereka, pemerintah seharusnya tidak memangkas anggaran yang berdampak langsung terhadap generasi muda. Kelompok ini juga menyerukan tindakan nyata untuk mengatasi perubahan iklim dan menolak perluasan pengawasan pemerintah terhadap masyarakat.
Anak Muda Khawatir dengan Masa Depan
Salah satu penyelenggara demonstrasi, Akram Selo, mengatakan kekhawatiran terhadap masa depan menjadi alasan utama anak-anak muda Jerman turun ke jalan.
"Ada banyak anak muda yang mengkhawatirkan masa depan mereka. Jika para politisi tidak melakukan apa pun, maka kami sebagai anak muda harus mengambil tindakan," kata Selo yang berusia 18 tahun kepada surat kabar Frankfurter Allgemeine Zeitung.
Ketika ditanya apakah demonstrasi di Jerman berpotensi berujung kerusuhan seperti yang terjadi di Prancis, Selo mengatakan gerakan tersebut telah dipersiapkan jauh sebelum gelombang demonstrasi di negara tetangganya itu.
"Gerakan ini tidak dimulai pekan lalu. Kami sudah merencanakannya selama lebih dari tiga pekan. Ketika kami mulai mempersiapkan aksi, demonstrasi di Prancis masih berlangsung damai," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







