Akurat Logo

Siapakah Demonstran Gen Z di Jerman, Kenapa Turun ke Jalan dan Apa Tuntutannya?

Fitra Iskandar | 31 Oktober 2026, 16:28 WIB
Siapakah Demonstran Gen Z di Jerman, Kenapa Turun ke Jalan dan Apa Tuntutannya?
Gen Z Jerman Galang Aksi Demonstrasi - Anadolu

AKURAT.CO Gelombang protes dan perlawanan di kalangan anak muda mulai berkembang di Jerman. Setelah serangkaian aksi pemblokiran di sejumlah sekolah menengah, anggota Generasi Z atau kelompok usia 14 hingga 30 tahun turun ke jalan pada Sabtu.

Aksi demonstrasi tersebut digagas oleh inisiatif baru bernama Gen Z regelt (Gen Z Mengambil Kendali). Mereka menyerukan demonstrasi di Gerbang Brandenburg, Berlin, salah satu landmark bersejarah Jerman.

Menurut informasi di situs resmi kelompok tersebut, lebih dari 154.000 orang telah mendaftarkan diri untuk mengikuti aksi tersebut. Demonstrasi serupa juga direncanakan berlangsung di 30 kota lainnya di Jerman.

Para demonstran menolak pemangkasan anggaran pendidikan dan layanan sosial, serta rencana pemberlakuan wajib militer.

"Kami adalah anak-anak muda yang tidak lagi bersedia hanya berdiri dan menyaksikan keputusan tentang masa depan kami dibuat tanpa mendengarkan suara kami," demikian pernyataan kelompok tersebut di situs resminya.

Mereka menuntut kebijakan pemerintah yang lebih banyak mengalokasikan anggaran untuk pendidikan, jaminan sosial, layanan kesehatan, perlindungan iklim, dan biaya hidup yang terjangkau.

Menurut mereka, pemerintah seharusnya tidak memangkas anggaran yang berdampak langsung terhadap generasi muda. Kelompok ini juga menyerukan tindakan nyata untuk mengatasi perubahan iklim dan menolak perluasan pengawasan pemerintah terhadap masyarakat.

Anak Muda Khawatir dengan Masa Depan

Salah satu penyelenggara demonstrasi, Akram Selo, mengatakan kekhawatiran terhadap masa depan menjadi alasan utama anak-anak muda Jerman turun ke jalan.

"Ada banyak anak muda yang mengkhawatirkan masa depan mereka. Jika para politisi tidak melakukan apa pun, maka kami sebagai anak muda harus mengambil tindakan," kata Selo yang berusia 18 tahun kepada surat kabar Frankfurter Allgemeine Zeitung.

Ketika ditanya apakah demonstrasi di Jerman berpotensi berujung kerusuhan seperti yang terjadi di Prancis, Selo mengatakan gerakan tersebut telah dipersiapkan jauh sebelum gelombang demonstrasi di negara tetangganya itu.

"Gerakan ini tidak dimulai pekan lalu. Kami sudah merencanakannya selama lebih dari tiga pekan. Ketika kami mulai mempersiapkan aksi, demonstrasi di Prancis masih berlangsung damai," ujarnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.