Menteri PPPA: Orang Tua Wajib Berikan Pengasuhan Positif kepada Anak

AKURAT.CO Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, turut menanggapi dugaan kekerasan fisik terhadap anak yang terekam kamera pengawas di sebuah hotel di Alor Setar, Malaysia.
Ia menekankan bahwa setiap anak berhak mendapatkan pengasuhan yang aman, penuh kasih sayang, dan bebas dari kekerasan.
Orang tua diharuskan memberikan pengasuhan positif dan kemampuan mengelola emosi, agar tidak melampiaskan kemarahan kepada anak.
"Mengasuh anak memang memiliki tantangan tersendiri. Orang tua bisa mengalami kelelahan, tekanan, atau menghadapi situasi yang memicu emosi. Namun, apa pun kondisinya, kekerasan tidak dapat dibenarkan sebagai bentuk pendisiplinan anak. Orang tua perlu belajar mengenali emosinya, menenangkan diri ketika mulai kehilangan kendali, dan memilih respons yang tidak melukai anak," jelas Arifah, melalui keterangannya, Senin (26/10/2026).
Menurutnya, komunikasi yang baik di dalam keluarga juga menjadi kunci untuk mencegah kekerasan.
Baca Juga: Menteri PPPA Dorong Penanganan Menyeluruh Kasus Meninggalnya Anak Berkebutuhan Khusus di Surabaya
Ketika anak bertengkar, berebut barang, atau sulit mengikuti arahan, orang tua perlu merespons dengan tenang, mendengarkan kebutuhan anak, dan memberikan batasan yang jelas sesuai usianya.
Disiplin tetap dapat diterapkan tanpa memukul, membentak, atau mempermalukan anak. Melalui disiplin tetap dapat dilakukan tanpa memukul, membentak, atau mempermalukan anak, sehingga anak dapat belajar mengenali emosi, memahami aturan, dan menyelesaikan konflik secara sehat.
Orang tua juga perlu membangun komunikasi dan komitmen bersama dalam mengasuh anak. Ketika salah satu orang tua merasa emosinya mulai sulit dikendalikan, maka diharapkan untuk tidak memaksakan diri untuk terus menghadapi situasi tersebut.
"Berikan kesempatan kepada pasangan untuk mengambil alih pengasuhan sementara dengan tenang. Langkah sederhana ini dapat membantu mencegah respons spontan yang berisiko menyakiti anak," ujar Arifah.
Arifah menambahkan, apabila kesulitan mengendalikan emosi berkaitan dengan perilaku anak atau tantangan dalam tahap tumbuh kembangnya, orang tua perlu mencari bantuan yang sesuai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 2Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 3Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 6Pemecatan Michael Carrick Mulai Disuarakan, Ada 'Monster' Sulit Dijinakkan di Tubuh MU?
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon
- 10Hakim Tolak Batalkan Dakwaan Febrie Adriansyah, Perkara Emas 74 Kilogram dan Valas Dilanjutkan ke Pembuktian






