AKURAT.CO Co-parenting adalah pola pengasuhan anak yang dilakukan bersama oleh dua orang tua yang sudah tidak lagi menjadi pasangan, baik karena perceraian ataupun perpisahan, tetapi tetap bekerja sama demi tumbuh kembang anak.
Dalam co-parenting, hubungan sebagai suami istri boleh selesai, tetapi peran sebagai orang tua tetap berjalan berdampingan.
Konsep ini menekankan bahwa anak tidak boleh kehilangan dukungan emosional dan figur ayah ibu, meski orang tuanya tidak lagi tinggal serumah.
Tujuan utama co-parenting adalah menghadirkan lingkungan yang stabil, minim konflik, dan penuh kasih sayang, sehingga anak tetap merasa aman dan dicintai.
Baca Juga: Natasha Rizky Terapkan Co-Parenting Bersama, Puji Desta Ayah Yang Baik
Namun, co-parenting bukan hal yang mudah. Banyak orang tua yang masih terluka, menyimpan ego, atau kesulitan berkomunikasi dengan mantan pasangan.
Di sinilah sikap dewasa dan komitmen sangat dibutuhkan.
Sebab, co-parenting bukan tentang “siapa yang menang,” tetapi tentang apa yang terbaik untuk anak.
Prinsip Utama Co-Parenting
-
Mengutamakan kebutuhan anak bukan perasaan pribadi orang tua
-
Komunikasi tetap terjaga jelas, santun, dan fokus pada anak
-
Tidak menjelekkan mantan pasangan di depan anak
-
Konsisten dalam aturan pola asuh meski berada di dua rumah berbeda
-
Saling berbagi informasi penting seperti sekolah, kesehatan, atau psikologis anak
Baca Juga: Andre Taulany dan Erin Pilih Co-Parenting: Anak Bebas Pilih Siapa
Contoh Penerapan Co-Parenting
-
Menyusun jadwal bertemu anak secara adil
-
Hadir bersama di momen penting anak (wisuda, ulang tahun, dll.)
-
Menentukan aturan umum: jam tidur, gadget, gaya disiplin
-
Memastikan anak tetap bisa menghubungi kedua orang tua kapan pun
Manfaat Co-Parenting bagi Anak
-
Lebih stabil secara emosi
-
Tidak merasa terjebak di tengah konflik
-
Tumbuh dengan rasa aman dan percaya diri
-
Hubungan tetap hangat dengan kedua orang tua
Kesimpulan
Co-parenting bukan tentang kembali bersama, melainkan bekerja bersama sebagai orang tua.
Ketika ego disingkirkan, dan anak dijadikan prioritas, perceraian tidak harus menjadi luka berkepanjangan.
Justru, co-parenting bisa menjadi bukti bahwa cinta orang tua untuk anak tidak pernah selesai, meski hubungan pernikahan sudah usai.
Dinda NS (Magang)