Akurat

15 Cara Ampuh Mengatasi Anak Manja agar Lebih Mandiri dan Tangguh

Eko Krisyanto | 4 Desember 2025, 00:00 WIB
15 Cara Ampuh Mengatasi Anak Manja agar Lebih Mandiri dan Tangguh

AKURAT.CO Sikap anak yang manja dan mudah menangis tidak muncul begitu saja. Kebiasaan tersebut biasanya terbentuk dari pola asuh orang tua yang tanpa sadar terlalu memanjakan anak demi membuatnya selalu bahagia.

Mulai dari menuruti semua keinginannya, membantu dalam setiap hal tanpa memberi kesempatan untuk mencoba sendiri, hingga membiarkan perilaku kurang baik tanpa teguran—semuanya dapat membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang mudah bergantung dan kurang tangguh menghadapi tantangan.

Banyak orang tua tidak menyadari bahwa perilaku manja anak sebenarnya merupakan cerminan dari pola pengasuhan sehari-hari.

Karena itu, begitu tanda-tanda sikap manja mulai terlihat, penting bagi orang tua untuk segera mengambil langkah tepat agar anak berkembang menjadi pribadi yang lebih mandiri, percaya diri, dan bertanggung jawab.

Perubahan memang tidak terjadi dalam semalam, tetapi dengan pola asuh yang konsisten dan penuh kasih, anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat dan matang.

15 Cara Mendidik Anak agar Tidak Manja

1. Beri Tanggung Jawab Sejak Dini

Mulailah dari hal sederhana seperti membereskan mainan atau membantu menata meja. Tugas kecil melatih anak bertanggung jawab dan mandiri.

Baca Juga: Wisatawan Singapura Dikunci di Toko oleh Pemandu Wisata karena Menolak Berbelanja

2. Jangan Menuruti Semua Keinginannya

Sebelum memenuhi permintaan anak, pertimbangkan apakah itu kebutuhan atau hanya keinginan sesaat. Dari sini anak belajar bahwa tidak semua hal bisa diperoleh instan.

3. Tanamkan Kedisiplinan

Tegur anak ketika melanggar aturan yang sudah disepakati. Konsekuensi yang tepat akan membentuk sikap disiplin sejak kecil.

4. Tetapkan Aturan dan Batasan Jelas

Anak memerlukan struktur agar merasa aman. Susun aturan terkait waktu bermain, belajar, dan tidur, lalu jalankan secara konsisten.

5. Jangan Selalu Membantu

Biarkan anak mencoba menyelesaikan kesulitannya sendiri. Orang tua cukup memberi bimbingan ringan agar ia belajar berpikir mandiri.

6. Tetap Tegas Saat Anak Merengek

Jangan terbiasa luluh oleh rengekan. Jika setiap tangisan dituruti, anak akan menganggap itu cara efektif untuk mendapatkan sesuatu.

7. Ajarkan Anak Berbagi

Berbagi melatih empati dan membantu anak memahami bahwa dunia tidak berpusat pada dirinya.

8. Biasakan Perilaku Baik

Ajarkan kata “tolong”, “maaf”, dan “terima kasih” sejak kecil. Kebiasaan sederhana ini membentuk karakter yang sopan dan menghargai orang lain.

9. Konsisten dengan Aturan

Jangan ubah aturan seenaknya. Konsistensi membuat anak memahami batasan dan menghormati aturan.

10. Latih Anak Berusaha

Hindari memberikan semuanya secara cuma-cuma. Biarkan anak berusaha untuk mendapatkan sesuatu agar ia memahami arti proses dan kerja keras.

11. Ajarkan Nilai Uang

Beri pemahaman bahwa uang diperoleh dari kerja keras, sehingga anak lebih bijak dalam meminta maupun menggunakannya.

Baca Juga: Puan: Pemerintah Fokus Tanggap Darurat Banjir Sumatera, Evaluasi Izin Hutan Menyusul

12. Jadi Teladan yang Baik

Anak meniru apa yang mereka lihat. Tunjukkan sikap disiplin, empati, dan tanggung jawab agar anak mengikuti hal positif tersebut.

13. Pahami Emosi Anak

Dampingi ketika anak marah atau menangis. Bantu ia mengenali emosinya dan arahkan cara mengekspresikannya dengan sehat.

14. Berikan Penjelasan Sederhana

Saat menolak permintaan anak, beri alasan yang mudah dipahami. Anak akan belajar menalar sebab-akibat dari suatu perilaku.

15. Libatkan dalam Kegiatan Sosial

Ajak anak ikut kegiatan berbagi atau aksi sosial. Ini menumbuhkan empati, rasa peduli, dan kebiasaan membantu orang lain.

Laporan: Nadia Nur Anggraini/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.