Akurat Logo

Pasien RS di Kalteng Melonjak Akibat Karhutla, Puan Minta Insfrastruktur Kesehatan Diperkuat

Ayu Rachmaningtyas | 26 Oktober 2026, 23:14 WIB
Pasien RS di Kalteng Melonjak Akibat Karhutla, Puan Minta Insfrastruktur Kesehatan Diperkuat
Ketua DPR, Puan Maharani, dalam Rapat Paripurna DPR dalam rangka memperingati HUT ke-81 DPR RI, sekaligus penyampaian Laporan Kinerja DPR RI Tahun Sidang 2025-2026. - Foto: Youtube DPR

AKURAT.CO Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyoroti melonjaknya pasien rumah sakit (RS) di Kalimantan Tengah (Kalteng), buntut kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Dia pun meminta penguatan penanganan krisis kesehatan di Kalteng.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan jumlah pasien yang masuk rumah sakit di Kalteng meningkat hingga tiga kali lipat, di tengah memburuknya kualitas udara akibat asap Karhutla.

Penyebab utama lonjakan pasien disinyalir karena kualitas udara memburuk dan polusi meningkat drastis akibat Karhutla, dengan kasus ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) mencapai lebih dari 72.431 kasus (tertinggi di Kota Palangka Raya).

Baca Juga: Situasi Karhutla 26 Oktober

Salah satu rumah sakit utama yang terdampak adalah RSUD dr. Doris Sylvanus di Palangka Raya, di mana kapasitas mulai padat meski masih tertangani. Kemenkes telah menyiapkan percepatan distribusi bantuan peralatan medis, termasuk ventilator, ke rumah sakit di kabupaten dan kota di Kalteng. Menanggapi hal tersebut, Puan menyambut langkah Pemerintah menambah dukungan pelayanan kesehatan.

"Penguatan tersebut juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan setiap rumah sakit agar bantuan segera dapat digunakan untuk pelayanan," kata Puan dalam keterangannya, Senin (26/10/2026).

Dia pun mendorong Kemenkes bersama dinas kesehatan memperbarui informasi mengenai jumlah pasien, tingkat kebutuhan perawatan, keterisian tempat tidur, serta kemampuan fasilitas menerima rujukan.

Informasi tersebut diperlukan untuk menentukan rumah sakit yang membutuhkan tambahan dukungan paling mendesak. Keputusan bantuan perlu mengikuti kebutuhan pelayanan saat ini.

"Rumah sakit yang menerima pasien lebih banyak harus segera memperoleh dukungan yang sesuai dengan kekurangan tenaga, sarana, dan kapasitas perawatannya," ujarnya.

Pada saat yang sama, Puan juga meminta pelayanan di Puskesmas diperkuat sehingga warga dapat diperiksa lebih awal dan diarahkan sesuai kondisi klinisnya. Penguatan penanganan dampak asap Karhutla perlu pula menjaga keberlangsungan pelayanan lain, termasuk persalinan, tindakan gawat darurat, dan pengobatan rutin.

Menurutnya, Pemerintah pusat dan daerah perlu menyepakati dukungan yang dapat terus diandalkan selama keadaan tersebut berlangsung.

Sebab, keluarga yang terdampak Karhutla membutuhkan kepastian mengenai tempat memperoleh bantuan dan kelanjutannya ketika perawatan masih dibutuhkan atau kegiatan mencari nafkah belum dapat berjalan seperti biasa.

Baca Juga: Puji Keberanian Kakak, Haykal Kamil Ungkap Alasan Zaskia Adya Mecca Terjun Langsung ke Lokasi Bencana Karhutla

"Harapan keluarga adalah dapat mendampingi orang yang sakit tanpa kehilangan pijakan untuk menjalani hari berikutnya. Dukungan negara perlu memberi mereka kepastian selama melewati masa sulit ini," jelasnya.

DPR berkomitmen untuk mengawal tindak lanjut dan penanganan Karhutla termasuk dari sisi krisis kesehatan yang dialami masyarakat. Tak lupa dia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terus berupaya membantu penanganan Karhutla, termasuk bantuan kesehatan untuk masyarakat terdampak.

"Dukungan dari tenaga kesehatan, petugas, relawan, dan masyarakat dalam penanganan Karhutla harus mendapat dukungan dari Negara. Peningkatan kebutuhan perawatan dapat membawa perubahan besar dalam kehidupan keluarga yang mengalami krisis kesehatan akibat Karhutla," tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.