Akurat Logo

Prabowo Panggil Dirut KAI, Minta Revitalisasi Stasiun Gambir hingga Pengembangan Kereta Api di Bali

Moehamad Dheny Permana | 5 November 2026, 22:15 WIB
Prabowo Panggil Dirut KAI, Minta Revitalisasi Stasiun Gambir hingga Pengembangan Kereta Api di Bali
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin ke Istana Merdeka, Jakarta.

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto memanggil Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, membahas sejumlah rencana pengembangan infrastruktur transportasi dan fasilitas publik, baik di Jakarta maupun di Bali.

"Dalam pertemuan tersebut, Bapak Presiden memberikan sejumlah arahan terkait revitalisasi kawasan Monas dan pembangunan layanan kereta api di Bali," ujar Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, dalam keterangannya, Kamis (5/11/2026).

Salah satu arahan Presiden Prabowo adalah melakukan revitalisasi Stasiun Gambir, yang telah berdiri sejak era 1970-an dan belum pernah direnovasi.

Baca Juga: Irjen Slamet Uliandi Jadi Tersangka Keempat dalam Kasus Penyadapan Presiden Prabowo

"Revitalisasi Stasiun Gambir yang sejak 1970-an belum pernah direnovasi. Stasiun Gambir diharapkan bisa menjadi pusat stasiun nasional sekaligus kawasan hiburan, wisata, dan rekreasi keluarga di jantung Ibu Kota," jelasnya.

Selain Stasiun Gambir, Presiden Prabowo juga mengarahkan revitalisasi kawasan Monas agar makin nyaman dan indah, sekaligus memperkuat nilai sejarah serta edukasi bagi masyarakat yang berkunjung. Dia juga menginginkan pembangunan Museum Agung Nasional atau Grand National Museum di kawasan Monas.

"Setelah selesainya revitalisasi Galeri Nasional dan Museum Gajah, Bapak Presiden ingin Indonesia memiliki museum berskala besar yang menjadi pusat sejarah, pendidikan, hiburan, dan rekreasi, khususnya bagi para pelajar dan generasi muda," ungkapnya.

Baca Juga: Ketum Exponen 08 Dukung Kapolri Usut Dugaan Penyadapan terhadap Presiden Prabowo

Di sektor transportasi, Presiden Prabowo juga memberikan arahan untuk memulai pembangunan layanan kereta api di Provinsi Bali. Pada tahap awal, jalur tersebut direncanakan menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan sejumlah kawasan wisata, mulai dari Kuta, Legian, Seminyak, hingga Canggu, serta kawasan di wilayah utara.

Berbagai rencana pengembangan tersebut merupakan bagian dari keinginan Presiden Prabowo, untuk menghadirkan fasilitas publik yang lebih baik sekaligus menjadi kebanggaan nasional.

"Bapak Presiden berkeinginan agar revitalisasi kawasan Monas, stasiun Gambir, pembangunan Grand Museum, serta pengembangan layanan kereta api di Bali tidak hanya menghadirkan fasilitas publik yang lebih baik, tapi juga menjadi nation pride atau kebanggaan nasional," pungkas Seskab Teddy.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.