Akurat Logo

Siapa Irjen Ahrie Sonta? Ini Profil Eks Ajudan Prabowo yang Jadi Tersangka Penyadapan Presiden

Nurma Nafisa Faradilla | 4 November 2026, 10:15 WIB
Siapa Irjen Ahrie Sonta? Ini Profil Eks Ajudan Prabowo yang Jadi Tersangka Penyadapan Presiden
Profil Irjen Ahrie Sonta - Istimewa

AKURAT.CO Nama Irjen Pol Ahrie Sonta Nasution menjadi sorotan publik setelah Bareskrim Polri menetapkannya sebagai salah satu tersangka dalam kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Perwira tinggi Polri yang menjabat sebagai Kepala Divisi Hukum (Kadivkum) Polri tersebut ditetapkan bersama dua jenderal lainnya pada Selasa, 3 November 2026.

Penetapan tersangka ini menarik perhatian karena Ahrie Sonta memiliki rekam jejak panjang di lingkungan kepolisian. Ia pernah bertugas di bidang reserse, terlibat dalam operasi khusus di Papua, hingga dipercaya masuk dalam lingkaran pimpinan Polri dan terpilih sebagai calon ajudan Presiden Prabowo dari unsur kepolisian.

Baca Juga: Prabowo Siapkan 400 Calon Pemimpin Masa Depan, Bakal Ditempatkan di BUMN

Lantas, siapa Irjen Pol Ahrie Sonta sebenarnya? Bagaimana perjalanan pendidikan, pengalaman tugas, dan kariernya hingga mencapai pangkat jenderal bintang dua? Berikut profil lengkapnya.

Profil Irjen Pol Ahrie Sonta Nasution

Ahrie Sonta Nasution merupakan perwira tinggi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kelahiran Bandung, Jawa Barat, 2 April 1981. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2002 dari Batalyon Wicaksana Laghawa.

Namanya dikenal melalui sejumlah penugasan strategis, terutama di bidang reserse dan operasional kepolisian. Dikutip dari berbagai sumber, Ahrie juga menjadi alumni Akpol 2002 pertama dari batalyonnya yang berhasil mencapai pangkat Inspektur Jenderal Polisi (Irjen) atau jenderal bintang dua.

Dari sisi pendidikan, Ahrie memiliki gelar doktor Ilmu Kepolisian yang diraihnya pada 2018. Penelitian doktoralnya membahas penguatan budaya etika di lingkungan kepolisian tingkat resor.

Ia juga pernah mengikuti pendidikan dan pelatihan kepolisian di luar negeri, di antaranya di Politie Academy Apeldoorn, Belanda, serta pelatihan Crime Scene Analysis by Visual Comparison di Munster, Jerman. Selain itu, ia mengikuti pendidikan di Joint Special Operations University, US Command Center, Tampa, Florida.

Baca Juga: Yusril: Penyadapan Presiden dan Menteri Masalah Serius bagi Negara

Perjalanan Karier Ahrie Sonta di Kepolisian

Sebelum menduduki jabatan Kadivkum Polri, Ahrie Sonta telah menjalani berbagai penugasan di sejumlah satuan kepolisian. Pengalamannya mencakup bidang reserse, narkotika, pengamanan internal, hingga lingkungan pimpinan Polri.

Salah satu jabatan yang pernah diembannya adalah Kepala Unit II Subdirektorat II Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Dalam posisi tersebut, ia terlibat dalam pengungkapan sejumlah kasus peredaran narkotika dengan barang bukti dalam jumlah besar.

Ahrie juga pernah menjadi bagian dari Satgas Khusus Operasi Nemangkawi di Papua. Operasi tersebut merupakan salah satu penugasan kepolisian dalam upaya penegakan hukum dan menjaga keamanan di wilayah Papua.

Namanya turut tercatat dalam tim yang menangkap buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra, di Malaysia pada Juli 2020. Penangkapan tersebut menjadi salah satu operasi besar yang melibatkan jajaran Bareskrim Polri.

Perjalanan kariernya kemudian semakin dekat dengan pimpinan tertinggi Polri. Pada 18 Februari 2021, Ahrie dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Pribadi (Sekpri) Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.